Berita

PENGGUSURAN KALIJODO

Ahok: Ada 400 Anak Panah, Buat Apa?

SENIN, 22 FEBRUARI 2016 | 12:57 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama merasa heran banyak ditemukan senjata tajam seperti anak panah beracun dalam operasi penyakit masyarakat (Pekat) di kawasan Kalijodo.

"Yang jelas, ada 400 anak panah itu buat apa? Itu kan mereka, orang-orang tertentu yang punya kafe, mau perang-perangan artinya," kata Ahok di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (22/2).

Ahok mengakui warga Kalijodo sudah menyadari telah melanggar aturan dengan menempati lahan meilik negara. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pernah menertibkan Kalijodo pada 2002 dan 2010 lalu. Namun, kembali diduduki oleh bangunan liar.
 

 
"Selalu masalah di Jakarta itu, kamu perhatikan saja kali-kalinya. Mungkin enggak kali di-sheetpile (bangun dinding turap), kalau ada bangunan di atasnya? Enggak mungkin," tegasnya.

Mantan Bupati Belitung Timur itu tidak akan mundur untuk melakukan penertibab. Pasca reformasi di Jakarta sebagian besar lahan negara dikuasai secara liar. Sebab, pemerintah juga membantu kesulitan ekonomi dengan menggarap lahan untuk bercocok tanam. Oleh sebab itu, banyak lahan negara yang diduduki.

"Pasca-reformasi, euforia semua tanah kosong diduduki dan dipakai. Tetapi, setelah bercocok tanam, lahan itu malah diduduki dan dibuat rumah," lanjutnya.[dem]
 

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

UPDATE

Polisi Berlakukan One Way Sepenggal Menuju Wisata Lembang Bandung

Minggu, 22 Maret 2026 | 18:11

Status Tahanan Rumah Yaqut Buka Celah Intervensi, Penegakan Hukum Terancam

Minggu, 22 Maret 2026 | 17:38

Balon Udara Bawa Petasan Meledak, Atap Rumah Jebol

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:54

Prabowo: Lebih Baik Uang Dipakai Rakyat Makan daripada Dikorupsi

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:47

Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Terbagi Dua Gelombang

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:37

Trump Ultimatum Iran: 48 Jam Buka Hormuz atau Pusat Energi Dihancurkan

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:27

KPK Cederai Keadilan Restui Yaqut Tahanan Rumah

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:03

Prabowo Tegaskan RI Tak Pernah Janji Sumbang Rp17 Triliun ke BoP

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:01

Istana: Prabowo-Megawati Berbagi Pengalaman hingga Singgung Geopolitik

Minggu, 22 Maret 2026 | 15:46

Idulfitri di Kuala Lumpur, Dubes RI Serukan Persatuan dan Kepedulian

Minggu, 22 Maret 2026 | 14:47

Selengkapnya