Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama merasa heran banyak ditemukan senjata tajam seperti anak panah beracun dalam operasi penyakit masyarakat (Pekat) di kawasan Kalijodo.
"Yang jelas, ada 400 anak panah itu buat apa? Itu kan mereka, orang-orang tertentu yang punya kafe, mau perang-perangan artinya," kata Ahok di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (22/2).
Ahok mengakui warga Kalijodo sudah menyadari telah melanggar aturan dengan menempati lahan meilik negara. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pernah menertibkan Kalijodo pada 2002 dan 2010 lalu. Namun, kembali diduduki oleh bangunan liar.
"Selalu masalah di Jakarta itu, kamu perhatikan saja kali-kalinya. Mungkin enggak kali di-sheetpile (bangun dinding turap), kalau ada bangunan di atasnya? Enggak mungkin," tegasnya.
Mantan Bupati Belitung Timur itu tidak akan mundur untuk melakukan penertibab. Pasca reformasi di Jakarta sebagian besar lahan negara dikuasai secara liar. Sebab, pemerintah juga membantu kesulitan ekonomi dengan menggarap lahan untuk bercocok tanam. Oleh sebab itu, banyak lahan negara yang diduduki.
"Pasca-reformasi, euforia semua tanah kosong diduduki dan dipakai. Tetapi, setelah bercocok tanam, lahan itu malah diduduki dan dibuat rumah," lanjutnya.
[dem]