Berita

Habiburokhman/net

Politik

REVISI UU KPK

Gerindra: Ancaman Ketua KPK Tak Boleh Dianggap Enteng

SENIN, 22 FEBRUARI 2016 | 07:38 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerindra, Habiburokhman mengatakan ancaman mundur Ketua KPK Agus Rahardjo jika revisi UU KPK terus dilanjutkan tidak boleh dianggap enteng.

Menurutnya, jika benar terjadi, hal tersebut merupakan preseden sangat  buruk bagi perjuangan pemberantasan korupsi. KPK dipastikan akan semakin lemah karena pimpinan dan pegawainya kehilangan militansi atau semangat tempur melawan korupsi.

"Menurut kami, ancaman mundur Ketua KPK tersebut muncul karena hingga saat ini belum ada ketegasan sikap Presiden Jokowi menolak revisi UU KPK," kata Habiburokhman kepada redaksi, Senin (22/2).


Sementara itu, lanjut Habiburokhman, para menteri bidang hukum seperti Menko Polhukam dan Menkumham serta partai-partai politik pendukung Jokowi di parlemen seperti PDIP, PKB, Nasdem, Hanura  termasuk Golkar kompak mendorong revisi tersebut.

"Situasi saat ini kelompok penolak revisi UU KPK di DPR yakni Gerindra, Demokrat dan PKS masih minoritas, jika dilakukan voting saat sidang paripurna maka revisi tersebut bisa lolos," jelasnya.

Habiburokhman mengungkapkan, masalah ini seharusnya tidak berlarut-larut jika sejak awal Jokowi menunjukkan ketegasannya menolak revisi. Kalau Jokowi tegas, tidak mungkin PDIP Cs akan membawa revisi UU KPK sampai sejauh ini.

"Jokowi seharusnya tidak mengabaikan suara rakyat. Sudah sangat jelas bahwa revisi tersebut juga mendapat penolakan keras dari hampir seluruh elemen pro pemberantasan korupsi, mulai dari LSM, guru-guru besar hukum, aktivis sampai pimpinan KPK sendiri," terangnya.

Habiburokhman menambahkan, alasan penolakan terhadap revisi tersebut bukanlah alasan yang mengada-ada, sebab tidak ada satupun pasal dalam draft revisi yang ada saat ini yang menguatkan peran KPK. Jadi, hendaknya Jokowi jangan terus menggunakan retorika "setuju jika revisi untuk memperkuat KPK", karena faktanya tidak ada penguatan.

"Kami berharap agar sepulang dari Amerika Serikat Jokowi secepatnya mendapat hidayah untuk mengikuti jejak Gerindra, PKS dan Demokrat bersikap tegas menolak revisi UU KPK agar masalah ini bisa segera diakhiri," demikian Habiburokhman, yang juga Ketua Bidang Advokasi Gerindra ini. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya