Berita

ahok/net

Ahok: Banyak Rusun Tidak Layak Huni

MINGGU, 21 FEBRUARI 2016 | 14:59 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyambut baik bantuan dana dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. untuk merenovasi sejumlah rumah susun.

"Kami atas nama Pemprov menyambut baik adanya sumbangan perbaikan rusun," ujar pria yang biasa disapa Ahok itu dalam acara Homerun in Harmony BTN, di kawasan Senayan, Jakarta, Minggu (21/2).

Pasalnya, Ahok berencana akan membangun rusun di sejumlah wilayah ibukota.


"Ke depannya kami pun akan membangun rusun 16 sampai 24 lantai dengan ukuran 32-36 meter persegi. Karena masih banyak warga Jakarta belum mampu beli rumah," katanya.

Ahok mengakui bahwa banyak rusun di Jakarta yang kondisinya buruk bahkan tidak layak huni. Sementara, Pemprov DKI dituntut menyediakan unit rusun sebagai pemenuhan fasilitas tempat tinggal, terutama bagi warga yang terkena penggusuran.

"Harus diakui bahwa rusun-rusun di DKI yang lama tidak layak huni karena kecil dan jelek mutunya," bebernya.

Dia menambahkan, Pemprov akan terus menambah jumlah rusun bagi warga kurang mampu dengan adanya jaminan pendidikan, kesehatan dan usaha bisa berhasil di Jakarta.

"Apalagi yang di rusun kita subsidi naik bus TransJakarta, hingga dokter kita siapkan jika ada anak mereka yang sakit," beber Ahok.

Saat ini, Pemprov sendiri sudah menyiapkan biaya sebesar Rp 1,5 juta per bulan bagi penerima Kartu Jakarta Pintar yang berhasil lolos ke perguruan tinggi negeri. Oleh sebab itu, Ahok juga berharap anak-anak yang tinggal di rusun tetap bersemangat dalam menimba ilmu.

"Tetap semangat, kalau ada kemauan, rajin pasti bisa berhasil," tandas Ahok.

Sebelumnya, lewat corporate social responsibility (CSR), BTN memberikan sumbangan Rp 2 miliar kepada Pemprov DKI. Nantinya dana tersebut digunakan untuk perbaikan rusun, salah satunya Rusun Cipinang Besar Selatan, Jatinegara. [wah] 

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

UPDATE

Polisi Berlakukan One Way Sepenggal Menuju Wisata Lembang Bandung

Minggu, 22 Maret 2026 | 18:11

Status Tahanan Rumah Yaqut Buka Celah Intervensi, Penegakan Hukum Terancam

Minggu, 22 Maret 2026 | 17:38

Balon Udara Bawa Petasan Meledak, Atap Rumah Jebol

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:54

Prabowo: Lebih Baik Uang Dipakai Rakyat Makan daripada Dikorupsi

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:47

Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Terbagi Dua Gelombang

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:37

Trump Ultimatum Iran: 48 Jam Buka Hormuz atau Pusat Energi Dihancurkan

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:27

KPK Cederai Keadilan Restui Yaqut Tahanan Rumah

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:03

Prabowo Tegaskan RI Tak Pernah Janji Sumbang Rp17 Triliun ke BoP

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:01

Istana: Prabowo-Megawati Berbagi Pengalaman hingga Singgung Geopolitik

Minggu, 22 Maret 2026 | 15:46

Idulfitri di Kuala Lumpur, Dubes RI Serukan Persatuan dan Kepedulian

Minggu, 22 Maret 2026 | 14:47

Selengkapnya