Berita

monas dki/net

Nusantara

Pandangan Anak Muda Jakarta Tentang Terorisme Sangat Berbahaya

SABTU, 20 FEBRUARI 2016 | 14:58 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Provinsi DKI Jakarta menggelar diskusi bertema "Kewaspadaan Dini Terhadap Ajaran Menyimpang serta Upaya Antisipasinya" di Kawasan Tebet, Jakarta, Jumat (19/2). Diskusi ini dimaksudkan sebagai antisipasi oleh seluruh stakehorlder yang ada di Jakarta dari ajaran radikal.

Diskusi itu dihadiri bersama para tokoh aktivis, ormas dan lembaga swadaya masyarakat di Jakarta. Narasumber di antaranya pengamat kebijakan publik Amir Hamzah, Ketua Forum Koordinasi Penanggulangan Teroris (FKPT) DKI Jakarta Zaenal Mussafa, serta akademisi Prof Husni Umar.

Dalam kesempatan itu, Zaenal Musafa mengatakan bahwa FKPT DKI Jakarta telah melakukan penelitian mengenai pandangan generasi muda tentang terorisme. Hasilnya, 1 persen dari anak muda di Jakarta berpotensi mengikuti paham radikal, sedangkan 17 persen anak muda setuju ISIS.


"Fenomena tersebut tentunya sangat berbahaya," ujarnya.

Zaenal juga memaparkan, FKPT DKI Jakarta telah melakukan sosialisasi pencegahan di 108 sekolah. Hal ini dilakukan agar bisa mengantisipasi merebaknya ajaran radikal yang bisa mengganggu keamanan dan kenyaman Ibukota Jakarta.

Sementara itu, Prof Husni Umar mengatakan, salah satu pemicu terjadinya radikalisme yang berujung memunculkan terorisme, adalah pembangunan yang tidak berpihak kepada rakyat jelata.

Ketimpangan pembangunan, sambung Husni, membuahkan ketidakadilan yang berimplikasi pada adanya kekecewaan dan diwujudkan dalam bentuk terorisme.

Hal senada juga diungkapkan oleh, Amir Hamzah. Menurutnya, setiap penggantian rezim selalu ada konglomerat yang mempengaruhi kebijakan rezim berkuasa. Misalnya, rezim saat ini yang dipengaruhi oleh konglomerat masa lalu.

"Inilah yang mengakibatkan kebijakan rezim itu tidak bisa lepas dari kepentingan konglomerat. Dampaknya, kepentingan rakyat pun terabaikan. Akibatnya, menimbulkan ketidakadilan," tandas Amir.

Terkait dengan adanya ajaran menyimpang, tegas Amir, Pancasila harus benar-benar dijaga untuk mengantisipasi ajaran-ajaran yang tidak sesuai dengan ideologi Pancasila.

Selain itu, Ketua FKDM DKI Jakarta M Rico Sinaga juga turut menyampaikan pendapat bahwa diskusi ini sebagai ajang mengkolaborasikan ide antisipasi ajaran menyimpang.

"Ajaran menyimpang merupakan tindakan kejahatan yang harus dilawan. FKDM bersama seluruh komponen akan jadi garda terdepan untuk deteksi dini dan antisipasi dini ajaran yang menyimpang dan meresahkan masyarakat Jakarta," pungkas dia. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya