Berita

Nusantara

Sarjana NU-Polres Kudus Bersinergi Tangkal Pekat Dan Radikalisme

SABTU, 20 FEBRUARI 2016 | 10:54 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Cabang Kudus dan Polres Kudus bersinergi untuk komitmen menangkal penyakit masyarakat (pekat) dan gerakan radikal bersama-sama di Kota Kretek.

Komitmen itu mencuat dalam pertemuan antara ISNU yang terdiri atas Kisbiyanto, Nur Said, Moh Rosyid, Siti Malaiha Dewi, Rosidi, dan Anas Marzuki dengan Kasat Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polres Kudus, AKP Rahmawaty Tumulo, di ruang kerjanya, Jumat (19/2).

Rahmawaty Tumulo menyambut baik sinergi antara pihaknya dengan ISNU Kudus, karena banyak kegiatan yang menurutnya perlu mendapatkan dukungan banyak pihak.


"Setiap bulan kami ada kegiatan pembinaan masyarakat sampai di kalangan bawah. Jika ISNU menyatakan siap bersinergi dan mendukung, maka kami sangat senang sekali dan mengapresiasinya," ungkapnya.

Di depan perwakilan pengurus ISNU Cabang Kudus itu dia juga mengemukakan, berbagai penyuluhan yang dilakukan satuan Binmas Polres Kudus meliputi banyak hal, antara lain penyuluhan bahaya narkoba, free sex, gerakan radikal, dan ketertiban masyarakat.

"Media yang kami pergunakan untuk melakukan penyuluhan juga beragam. Bisa dengan mendatangi langsung ke rumah-rumah, dengan mengumpulkan warga di suatu tempat, melalui Waroeng Kopi Pembinaan Masyarakat (Warkop Binmas), dan kami juga memiliki group rebana yang siap diundang untuk tampil secara sukarela atau gratis,’" terangnya.

Ketua ISNU Cabang Kudus, Kisbiyanto, mengutarakan, dia dan jajaran pengurus ISNU siap mendukung berbagai kegiatan dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui berbagai program yang telah disiapkan.

"Di ISNU ini banyak SDM (Sumber Daya Manusia) yang siap mendukung kegiatan-kegiatan sosialisasi atau penyuluhan yang dilakukan Binmas. SDM ISNU itu banyak, baik dari STAIN Kudus, Universitas Muria Kudus (UMK), Akbid Muslimat NU Kudus, dan lainnya," papar Kisbiyanto dalam rilisnya. [rus]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Terkuak Dugaan Penggelembungan Anggaran Makan Minum di DPRD Bandar Lampung

Senin, 20 April 2026 | 02:07

Pramono Siapkan PPSU Khusus Ikan Sapu-Sapu

Senin, 20 April 2026 | 01:47

Jual Beli Rekening Bisa Dijerat Pidana!

Senin, 20 April 2026 | 01:26

HKTI: Kondisi Riil Stok Beras Melimpah

Senin, 20 April 2026 | 01:01

Pramono Tegaskan Jadi Gubernur untuk Semua Kelompok, Agama, dan Golongan

Senin, 20 April 2026 | 00:28

MUI Kawal Ketat Proyek Islamic Center

Senin, 20 April 2026 | 00:13

Projo Klaim Jokowi Menang Berkat Rekam Jejak, Bukan Jasa Jusuf Kalla

Senin, 20 April 2026 | 00:01

Wicked Problem di Balik Motor Listrik MBG

Minggu, 19 April 2026 | 23:43

JK Diduga Masih Simpan Kartu Rahasia Jokowi

Minggu, 19 April 2026 | 23:34

Nabung Jantung

Minggu, 19 April 2026 | 23:26

Selengkapnya