Berita

Lukman Hakim/net

Menag: Semua Agama Tidak Mentolerir LGBT

JUMAT, 19 FEBRUARI 2016 | 18:41 WIB | LAPORAN:

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menolak keras sikap dan perilaku lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) yang mengampanyekan eksistensinya di Indonesia.

Menurutnya, meski pada dasarnya negara menjamin hak para LGBT dalam pemenuhan hajat hidup tetapi tidak berkaitan dengan gaya hidup.

"Negara juga menghargai negara yang melegalkan LGBT, dan Indonesia memilih sikap tersendiri menolak LGB dan memahami transgender. Sikap ini didasarkan pada rekomendasi WHO (World Health Organization) bahwa setiap negara berhak mengambil pendekatan dan kebijakan berbeda sesuai tata nilai dan kearifan masing-masing," jelas  Lukman di Jakarta, Jumat (19/2).


Dia menjelaskan, pola dan gaya hidup LGBT sangat bertolak belakang dengan masyarakat Indonesia yang religius, nasionalis, konservatif dan memiliki kearifan lokal. Terlebih, konstitusi dan regulasi Indonesia juga dipengaruhi nilai-nilai religiusitas meski secara konstitusi tetap menghargai keberadaan kelompok itu.

"Ajaran agama umumnya selaras dengan nilai-nilai universal, karenanya semua agama tidak mentolerir prilaku atau praktik LGBT. Karena Indonesia adalah masyarakat yang religius, maka konstitusi Indonesia pun tidak mengakomodasi atau tidak memberikan porsi terhadap prilaku seperti ini, misalnya dalam Undang Undang Perkawinan dan Adminduk," beber Lukman.

Dia menambahkan, sejauh ini masih ada kesan simplikasi atau generalisasi atas LGBT. Misalnya agama Islam yang menjadikan LGB sebagai satu kelompok tersendiri yang lebih menitiktekankan kepada orientasi seksual, sementara transgender tidak ada hubungannya dengan orientasi seksual karena transgender adalah ketidaksamaan identitas terhadap jenis kelamin dirinya. [wah]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya