Berita

Saipul Jamil:net

Blitz

Dilaporin Berbuat Cabul, Saipul Jamil Digarap Polisi

JUMAT, 19 FEBRUARI 2016 | 09:14 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pedangdut Saipul Jamil (45) kembali beru­rusan dengan polisi. Kali ini, Ipul dilaporkan ABG laki-laki yang mengaku diperlakukan tidak senonoh olehnya. Sampai kemarin sore, Ipul masih diperiksa polisi. Mobil mewahnya juga terlihat parkir di halaman Polsek Kelapa Gading, Polrestro Jakarta Utara.

Kapolres Metro Jakarta Utara Komisaris Besar Daniel Bolly Tifaona mengatakan, penangkapan Ipul, dilakukan kemarin pagi sekitar pukul 05.30 WIB. Duda Dewi Perssik ini dibekuk tanpa dibor­gol aparat dan dikawal beberapa penyidik.

Ditemui infotainment di Polsek Kelapa Gading, Ipul tidak banyak berkomentar.


"Nggak apa-apa kok. Ini nggak apa-apa kok ya," ujar Ipul singkat saat memasuki ruang Kanit Reskrim Polsek Kelapa Gading, kemarin siang.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Mohammad Iqbal membenarkan petugas Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polsek Kelapa Gad­ing telah menerima laporan tersebut.

"Ada laporan dugaan tindak pidana perbuatan cabul terhadap anak di lokasi kejadian Kelapa Gad­ing, hari ini pukul 04.00 WIB. (Pelapor) Seorang anak laki-laki berinisial DS, pelaku yang dilapor­kan berinisial SJ," jelas Iqbal saat dihubungi.

Menurut dia, berdasarkan laporan, korban pertama kali bertemu Ipul di sebuah acara musik dangdut sekitar dua atau tiga minggu lalu. DS yang sudah 3 kali menonton acara tersebut di­suruh mendatangi rumah Bang Ipul, panggilan akrab Saipul Jamil. Dia juga disuruh memijat tubuh Ipul. Tak sampai di situ, Ipul pun meminta DS melakukan perbuatan layaknya suami istri.

"Kurang lebih 2-3 minggu lalu, korban dan pelaku diduga sudah 3 kali ketemu. Di situ korban mengaku bahwa disuruh memijat oleh SJ, setelah itu ada permintaan-permintaan tak senonoh," kata Iqbal.

Sementara saat kejadian, korban DS dan rekannya bertandang ke kediaman Ipul di Jalan Kelapa Puan Timur, RW 12 Kelurahan Pengangsaan Dua, Kelapa Gading Jakarta Utara. Korban yang masih berstatus pelajar menelepon orangtuanya pukul 04.00 WIB. Dia menceritakan tentang kelakuan Ipul. Dia men­gaku telah dipaksa oral seks oleh Ipul.

Mengetahui hal itu, keluarga korban men­datangi rumah Ipul dan memergokinya sedang melakukan oral seks ke anaknya. Orangtua DS kemudian melaporkan kejadian ini ke Polsek Kelapa Gading. Polisi sedang melakukan visum terhadap korban. Tak hanya tudingan pencabulan saja yang dialamatkan kepada Saipul Jamil. Ke­polisian juga kini sudah memegang alat bukti.

"Saat diamankan dia sehat walafiat. Yang ber­sangkutan diinterogasi terlebih dahulu, sempat shock," ungkap Kapolsek Kelapa Gading, Kom­pol Ari. Saat ditangkap, Ipul dinilai cukup koop­eratif. "Baik-baik, nggak dipaksa," tuturnya.

Menurutnya hanya ada satu pelapor yang menda­tangi kantornya. Pihaknya juga tengah menunggu hasil forensik dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

"Pelapornya hanya satu, kalau masalah korban nanti tunggu hasil forensik. Alat bukti ada. Ada beberapa pasal, ya mungkin pasal 82 ancamannya bisa 15 tahun. Tapi saya belum bicara pasal karena pemeriksaan belum kelar semua," tukasnya.

Selang beberapa waktu, kepolisian telah mengambil sampel air liur Ipul untuk dicocok­kan dengan air liur yang tertinggal di alat vital si ABGyang siswa SMA itu.

"Polisi saat ini tengah menunggu hasil tes DNA terhadap air liur milik saudara Saipul Jamil untuk dicocokkan dengan air liur yang terda­pat di bagian tertentu tubuh korban," ungkap Kombes Pol Daniel Bolly Tifaona.

Menurut Boli, korban mengaku belum sem­pat mandi atau mencuci bagian vital tubuhnya. Korban mengaku setelah menggunakan bajunya langsung berlari ke Polsek Kelapa gading untuk melaporkan pencabulan terhadap dirinya. ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya