Berita

foto: net

Nusantara

Kalijodo Korban Tak Berdosa Atas Nama Pengembalian RTH

JUMAT, 19 FEBRUARI 2016 | 07:15 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Jumlah ruang terbuka hijau (RTH) di DKI Jakarta dari tahun ke tahun terus menurun. Seharusnya, jumlah RTH di Ibukota adalah sebesar 30 persen.

‎Luas RTH menurun sejak tahun 1965 yang memiliki luas 37,2 persen. Kemudian di tahun 1985 berjumlah 25,85 persen. Sedangkan, pada tahun 2000 menurun drastis hingga berjumlah 9 persen. Kemudian ahun 2010 hanya berjumlah 9,8 persen, dan tahun 2015 berjumlah 9,98 persen.

Politisi Partai Demokrat, Andi Arief, mengatakan, beberapa perumahan mewah dan sentra bisnis (terutama mall) serta hotel telah merebut daerah resapan air bahkan persawahan di DKI. Ada lebih dari 3.000 hektare kawasan yang awalnya berfungsi sebagai tangkapan air dan hutan kota, kini beralih fungsi menjadi bangunan.


Kini, Pemprov DKI sibuk mencari lahan untuk RTH yang kini menyasar pada kawasan Kalijodo (Jakarta Barat dan Jakarta Utara) yang luasnya hanya 4 hektare. Menurutnya, secara teoritik untuk menambah 1 persen RTH DKI setidaknya harus ada 60 hektar tanah.

"Kawasan kalijodo yang luasnya 4 hektare itu telah ada sejak tahun 1930, Kini kawasan itu menjadi korban tak berdosa atas nama pengembalian RTH," ujar Andi.

Ia menambahkan seharusnya Pemprov DKI di bawah kepemimpinan Gubernur Basuki T Purnama (Ahok) dapat bertindak adil kepada semua warganya.

Andi pun menantang Ahok mengembalikan fungsi lahan dengan membongkar sejumlah permukiman, mal, termasuk rumah pribadi Ahok di Jakarta Utara.

Diketahui, berikut sebagian daftar bangunan yang diputihkan di DKI Jakarta. Padahal dahulunya menjadi daerah kawasan resapan atau hutan lindung, kawasan hijau terbuka.

Kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, dengan luas 1.288 hektare yang semula lahan resapan dan persawahan kini berubah menjadi: Mall Kelapa Gading (tahun 2005 dengan luas 6 hektare) dan Kelapa Gading Square (tahun 2003 dengan luas 12 hektare).

Kawasan Pantai Kapuk, Jakarta Utara, dengan luas 831 hektare. Semula lahan ini diperuntukkan untuk hutan lindung, kini berubah menjadi: permukiman elit Pantai Indah Kapuk, Perumahan Mutiara Indah (rumah Ahok), dan Damai Indah Padang Golf PIK.

Kawasan Sunter, Jakarta Utara, dengan luas 1.459 hektare. Semula lahan ini diperuntukkan untuk resapan air, kini berubah menjadi: permukiman elit Sunter Agung, Pabrik perakitan otomotif seperti PT Astra Komponen, PT Astra Daihatsu, PT Denso Indonesia, dan PT Dunia Express Trasindo.

Kawasan hutan Kota Senayan, Jakarta Selatan, dengan luas lahan 279 hektare. Semula lahan ini diperuntukkan untuk fasilitas publik, kini berubah menjadi: Hotel Mulia, Hotel Sultan, Senayan Residence Apartement, Hotel Century Atlet
Simprug Golf, dan Plaza Senayan.

Dan kawasan hutan Kota Tomang dengan luas lahan 70 hektare. Semula ini untuk hutan kota, kini berubah menjadi: Mal Taman Anggrek dan Mediteranian Garden Residence I dan II. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya