Berita

ilustrasi/net

Politik

Wapres: Harus Ada Dialog Di Kalijodo

KAMIS, 18 FEBRUARI 2016 | 18:33 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK), ikut angkat bicara mengenai rencana Pemprov DKI Jakarta menggusur warga yang tinggal di kawasan Kalijodo, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

Menurut JK, penggusuran tidak mungkin dilakukan tanpa didahului dengan dialog antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan warga penghuni.

"Kalau dialog itu harus memang. Tetapi, dialog saya kira (prosesnya) sudah agak panjang itu kan," kata JK usai melantik Pengurus Pimpinan Wilayah Dewan Masjid DKI Jakarta di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (18/2).


JK menyadari setiap kota harus memiliki ruang terbuka hijau yang cukup. Hal tersebut merupakan hak yang harus dinikmati warga.

"Karena itu, pemerintah harus bertindak dengan betul untuk membebaskan lahan-lahan milik publik itu," lanjutnya.

Sementara itu, hari ini Pemprov DKI Jakarta sudah melayangkan surat peringatan (SP) pertama kepada warga di Kalijodo.

Rencananya, Kalijodo akan dikembalikan menjadi ruang terbuka hijau (RTH). Sebagai kompensasi bagi warga, Pemprov DKI menyediakan Rusunawa Marunda dan Pulogebang untuk mereka yang direlokasi.

Namun, jumlah Rusunawa yang disediakan hanya sekitar 480 unit. Padahal, jumlah warga yang menduduki wilayah yang diklaim sebagai kawasan hijau tersebut sebanyak 1.365 kepala keluarga dari 3.032 jiwa. [ald]

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

UPDATE

Polisi Berlakukan One Way Sepenggal Menuju Wisata Lembang Bandung

Minggu, 22 Maret 2026 | 18:11

Status Tahanan Rumah Yaqut Buka Celah Intervensi, Penegakan Hukum Terancam

Minggu, 22 Maret 2026 | 17:38

Balon Udara Bawa Petasan Meledak, Atap Rumah Jebol

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:54

Prabowo: Lebih Baik Uang Dipakai Rakyat Makan daripada Dikorupsi

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:47

Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Terbagi Dua Gelombang

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:37

Trump Ultimatum Iran: 48 Jam Buka Hormuz atau Pusat Energi Dihancurkan

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:27

KPK Cederai Keadilan Restui Yaqut Tahanan Rumah

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:03

Prabowo Tegaskan RI Tak Pernah Janji Sumbang Rp17 Triliun ke BoP

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:01

Istana: Prabowo-Megawati Berbagi Pengalaman hingga Singgung Geopolitik

Minggu, 22 Maret 2026 | 15:46

Idulfitri di Kuala Lumpur, Dubes RI Serukan Persatuan dan Kepedulian

Minggu, 22 Maret 2026 | 14:47

Selengkapnya