Berita

neta s pane1/net

IPW: Mafia Sepakbola Berhasil Pecundangi Polri

RABU, 17 FEBRUARI 2016 | 09:29 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Kapolri Jenderal Badrodin Haiti ternyata sudah dibohongi pihak penyelenggara turnamen sepakbola Piala Bhayangkara 2016. Penyelenggara dengan meyakinkan menyatakan Piala Bhayangkara akan dimulai 17 Maret 2016 di Bandung dengan menghabiskan dana Rp. 20 miliar, ternyata proses izin turnamennya hingga kini belum diajukan penyelenggara ke Tim Transisi Sepakbola maupun Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI).

Merasa difaitaccompli dan melihat penyelenggara Piala Bhayangkara sudah melakukan kebohongan publik, Selasa siang ini (17/2) Tim Transisi akan menemui Kapolri.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S. Pane menilai, terlalu banyak keanehan di balik penyelenggaraan Piala Bhayangkara. Semula elit Polri mengatakan Piala Bhayangkara akan digelar 17 Pebruari 2016 di Palembang. Kemudian diubah menjadi 27 Maret 2016 di Bandung, padahal proses izinnya belum diajukan ke Tim Transisi maupun BOPI.


Keanehan lain, penyelenggara Piala Bhayangkara adalah figur-figur dari organisasi sepakbola yang dibekukan pemerintahan Presiden Jokowi. Organisasi itu dibekukan karena sarat dengan mafia sepakbola dan mafia pengaturan skore pertandingan, yang diduga sarat dengan kepentingan mafia judi bola. Organisasi ini dibekukan pemerintahan Presiden Jokowi karena akan direformasi dan Tim Transisi serta BOPI sebagai ujung tombak perubahannya.

"Tapi anehnya para mafia sepakbola ini berhasil mempecundangi Polri dan menggulirkan Piala Bhayangkara," kata Neta sesaat lalu kepada wartawan.

IPW mendesak Polri bersikap transparan agar segera membuka siapa saja
sponsor Piala Bhayangkara. Sehingga publik bisa mengetahui, apakah ada pengusaha hitam atau pengusaha yang terlibat mafia sepakbola terlibat di dalam pendanaan Piala Bhayangkara. Sebab sangat mustahil jika Polri yang membiaya Piala Bhayangkara mengingat Polri selalu mengeluh kekurangan dana.

Menurutnya, sikap tertutup Polri terhadap dana sponsor Piala Bhayangkara bisa membuat elit-elit Polri dituding telah menerima gratifikasi dari penyelenggaran Piala Bhayangkara. Elit elit Polri harus ingat bahwa Polri adalah lembaga negara sehingga segala sesuatu yang menyangkut pendanaan dari pihak luar harus transparan dan jelas, jika tidak elit-elit Polri yang terlibat dalam Piala Bhayangkara bisa terjerat tuduhan gratifikasi dan korupsi.

Neta menambahkan, mengingat terlalu banyak mudaratnya, sebaiknya Kapolri segera membatalkan Piala Bhayangkara. Apalagi Piala Bhayangkara jelas-jelas tidak ada manfaatnya bagi Polri dan sangat bertolak belakang dengan tugas-tugas kepolisian.

"Jangan sampai Kapolri Badrodin Haiti yang sebentar lagi pensiun malah terjerat masalah akibat ulah mafia sepakbola yang memperalat Polri untuk menggulirkan Piala Bhayangkara," tukasnya. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya