Berita

Muhammad Sarmuji/net

Politik

M. Sarmuji Usul Konvensi Capres Masuk Dalam Pembahasan Munas Golkar

RABU, 17 FEBRUARI 2016 | 06:58 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Munas Partai Golkar seharusnya tidak hanya sekedar memilih ketua umum. Meskipun Munas yang akan digelar semangatnya sebagai media penyelesai konflik, tetapi mencegah konflik timbulnya konflik baru juga tidak kalah penting. Salah satu sumber konflik adalah rekruetmen calon presiden.

Demikian disampaikan politisi Partai Golkar Muhammad Sarmuji kepada wartawan di Jakarta, Rabu (17/2).

Sarmuji mengatakan rekruitmen calon presiden adalah masalah yang krusial apalagi pemilihan presiden berbarengan dengan pemilihan legislatif pada Pemilu 2019 nanti.


"Rekruitmen calon presiden jika tidak dikelolah dengan baik bisa menimbulkan konflik baru yang sebenarnya bisa dicegah," ujar anggota DPR ini.

Terkait rencana Munas Golkar, Sarmuji mengusulkan agar masalah konvensi bisa masuk dalam pembahasan Munas. Selain memilih ketua umum DPP, lanjut dia, jika perlu Munas sebaiknya juga memilih ketua dewan konvensi agar ketua dewan konvensi memiliki legitimasi kuat dan bisa lebih independen dalam menjalankan tugasnya.

Sarmuji meyakini dengan dibahasnya isu konvensi dalam Munas akan menghasilkan persepsi positif. Pasalnya, Partai Golkar perlu banyak terobosan untuk bisa merecovery citra partai akibat konflik yang panjang.

‎"Konvensi jika dikelola dengan baik juga bisa menjadi penggerak mesin partai yang sudah lama tidak dipanasi," terangnya.

Dia menegaskan j‎ika di dalam Munas kali ini tidak cukup waktu untuk membahas secara detail tentang konvensi, maka konvensi termasuk dewan konvensi bisa dibahas secara khusus di dalam Rapimnas.

"Yang penting secara prinsip ada produk Munas yang mengatur tentang konvensi seperti AD/ART yang merupakan cantolan bagi aturan yang lebih detail," pungkas. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya