Berita

ilustrasi/net

Bisnis

KISRUH KERETA CEPAT

Resmi, PT KCIC dan Rini Soemarno Cs Digugat Ke Pengadilan

SELASA, 16 FEBRUARI 2016 | 17:18 WIB | LAPORAN:

Ketua Umum Forum Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu, FX Arief Poyuono beserta Sekretaris Jenderal FSP BUMN Bersatu, Tri Sasono dan beberapa elemen buruh melayangkan gugatan terhadap proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung yang diresmikan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.

Aliansi tolak kereta cepat itu mendaftarkan gugatannya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Bungur Raya, Jakarta Pusat, Selasa (16/2).

Dalam gugatan yang telah ditandatangani Panitera Muda Perdata PN Jakpus bernomor 82/PDT/G/2016/PN. JKT PST, aliansi tolak kereta cepat menggugat sejumlah perusahaan seperti PT. Kereta Cepat Indonesia Cina (PT. KCIC), PT. Pilar Sinergi BUMN, China Railway Corporation.


Tak hanya itu, Menteri Perhubungan Ignatius Jonan, Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya juga ikut menjadi tergugat.

Ketua FSP BUMN Bersatu, Arief Poyuono menjelaskan, para tergugat telah melakukan dugaan tindakan melawan hukum, sebab dalam pelaksanaan proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung tidak dibekali dengan sejumlah izin.

"Izin prisnip dan teknis tidak ada, berdasarkan fakta hukum itu, kita sebagai warga negara Indonesia, melakukan class action pembatalan kereta cepat Jakarta-Bandung," terang dia.

Arief menambahkan, PT. KCIC seharusnya mengantongi izin konsesi dan izin pembangunan dari Menteri Perhubungan Ignatius Jonan sebelum melakukan peresmian proyek. Bahkan lanjut Arief PT. KCIC tidak melakukan study apakah lahan yang dipakai dalam pembangunan proyek tersebut tidak menabrak rencana tata ruang dan rencana wilayah.

"Kalau menyalahi tata ruang dan rencana wilayah itu sama saja tidak bener, mereka telah menyalahi aturan dan sama saja melakukan perbuata melawan hukum," imbuhnya.

Lebih jauh, Arief menilai, proses proyek kereta api cepat itu banyak melanggar aturan tentang good governance atau tata laksana pemerintahan yang baik. Padahal, papar Arief pemerintah bersikap tegas melarang pihak swasta memulai aktivitas pembangunan proyek fisik sebelum selesainya perizinan, namun untuk proyek kereta api cepat, pemerintah justru melanggar aturan yang dibuat.

"Tata laksana pemerintn yang baik itu ada undang-undangnya. Tapi di sini belum ada izin pemerintah mau melakukan peresmian," tandasnya. [sam]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya