Berita

foto:net

On The Spot

Melihat Bus Yang Penumpangnya Jatuh, Lalu Tewas

Metro Mini Itu Sekilas Tampak Masih Terawat
SELASA, 16 FEBRUARI 2016 | 09:19 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Metro Mini kembali memakan korban jiwa. Kini, yang menjadi korban adalah Bagus Budi Wibowo. Manager Wireless Product Divisi Service Solution PT Telkom ini tewas setelah jatuh di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Bus ukuran sedang itu, diamankan polisi di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Kemarin siang, bus bernomor polisi B 7477 NP itu masih ter­parkir rapi di Lapangan Banteng. Posisinya berada di tengah-tengah deretan mobil polisi. Dilihat sekilas, kondisi bus juru­san Pasar Minggu-Tanah Abang ini, masih terawat baik. Lampu depan dan belakang lengkap. Cat bodi berkelir orange dan biru juga terlihat mengkilat.

Bagian depannya, dihiasi ika­tan rantai yang menjulur ke tanah. Seluruh kaca masih lengkap. Di kanan dan kiri bodi bus ditempel hasil uji KIR yang masih ber­laku hingga 24 Mei 2016. Pintu depannya terkunci rapat. Pintu belakangnya terbuka.


Di dalam bus terlihat satu orang yang sedang tertidur pu­las. Suara berisik membangunkannya. "Istirahat saja sambil jaga bus," kata Andika, petugas parkir Lapangan Banteng.

Melihat lebih dalam, seluruh kursi penumpang masih layak pakai dengan balutan busa keras. Baju sopir warna merah tua tergeletak di dashboard.

Andika mengaku diberi ama­nah oleh pihak Satuan Lantas Polres Jakarta Pusat untuk men­jaga bus tersebut agar tidak ter­jadi hal-hal yang tak diinginkan. "Dari Kamis malam (11/4), bus sudah dibawa ke sini oleh petu­gas derek," kata pria berumur 34 tahun ini.

Pria bertato ini mengaku jang­gal dengan pernyataan sopir Metro Mini bahwa penumpang itu meninggal karena terjatuh didorong rampok ke luar Metro Mini. Sebab, di Jakarta sangat jarang terjadi kasus perampokan dalam bus. "Yang banyak itu copet," sebut dia.

Dengan adanya keanehan terse­but, dia bertanya, apakah meninggalnya Bagus murni karena kecelakaan. Apakah karena sopir sudah tancap gas, sebelum Budi sepenuhnya turun. "Hal seperti itu bisa ditanyakan, karena sopir Metro Mini biasanya mengejar setoran," tandas Andika.

Untuk itu, dia berharap, Kepolisian bisa sepenuhnya mengungkap kasus ini dan tidak tertipu omongan sopir Metro Mini tersebut.

Di lokasi kecelakaan di Jalan MH Thamrin atau tepatnya di depan Gedung Kementerian Agama (Kemenag), masih ter­sisa beberapa batu berukuran kecil yang diletakkan di ping­gir jalan. Tiga buah batu dan daun dibentuk melingkar tepat di lokasi jatuhnya Bagus yang kepalanya membentur trotoar. Ceceran darah sudah tidak ter­lihat lagi.

Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Krishna Murti, pihaknya masih menyelidiki ke­matian Bagus yang dikabarkan karena menjadi korban perampo­kan di dalam Metro Mini S 640. "Kami akan selidiki bahwa fakta tas, dompet dan laptop masih ada dan diamankan Polantas. Sedangkan handphone hilang, tapi kami terus lakukan pencar­ian," kata Krisna di Mapolda Metro Jaya, kemarin.

Terpisah, Kernet Metro Mini S 640, Muhammad Endar mengaku tidak mengetahui keberadaan telepon genggam Bagus yang hilang. Dia mengaku telah mem­berikan semua barang milik korban ke kepolisian. "Laptop masih ada, yang mengamankan polantas. Tapi, handphone jatuh dan siapa yang mengambil, saya tidak tahu," ujar Endar.

Endar mengatakan, Bagus meninggal setelah dibawa ke rumah sakit.

Dia menambahkan, usai jatuh dari bus, korban masih sadarkan diri, bahkan hingga dibawa ke Rumah Sakit Budi Kemulyaan dan dirujuk ke RSCM.

Dia menyatakan, Bagus jatuh lantaran lantai bus licin setelah terguyur hujan. Menurut Endar, empat laki-laki penumpang pun tidak membuat kegaduhan saat korban terjatuh. Bahkan, setetelah bus berhenti, empat penumpang itu tidak menolong korban. "Itu kejadiannya sekitar pukul setengah enam sore. Sopir menghentikan mobil saat melihat korban terjatuh," tutupnya.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) me­negaskan keinginannya agar Metro Mini bergabung dengan PT Transjakarta usai kembali tewasnya penumpang. "Saya ingin mereka langsung di bawah kendali PT Transjakarta," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, kemarin.

Sebab, menurut Ahok, pemi­lik Metro Mini tidak peduli merek busnya, yang penting pegawainya kerja, dapat uang. "Kami akan bayar rupiah per kilometer," tandas bekas Bupati Belitung Timur ini.

Ia mengatakan, pihaknya sudah tidak bisa lagi memberikan tol­eransi kepada manajemen Metro Mini, mengingat banyaknya kecelakaan bus kecil tersebut hingga menewaskan penumpan­nya. "Sekarang kejadian demi kejadian begini, sudah tak bisa di­toleransi. Masalahnya, bus kami belum cukup," sebut dia.

Selain itu, Ahok mengaku sudah sering menawarkan ke pengusaha Metro Mini untuk bergabung ke PT Transjakarta agar lebih manusiawi, tapi tidak direspons. "Kesulitan Metro Mini itu manajemennya tidak jelas siapa? Sedangkan pengusahanya ada yang punya 10 unit, punya 5 unit, banyak loh. Ini harus dibe­nahi segera," tegasnya. ***

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

UPDATE

Duel Panas Timnas Indonesia Vs Malaysia, Ini Rekor Statistiknya

Minggu, 27 September 2026 | 02:22

Tak Peduli Teman, Prabowo Tegas Sikat Pencuri Duit Negara

Minggu, 27 September 2026 | 02:02

Di Balik Kemudahan QRIS, Merchant Tetap Wajib Terima Tunai

Minggu, 27 September 2026 | 01:46

Gugatan Denny Indrayana Cs Untungkan Seluruh Parpol di DPR

Minggu, 27 September 2026 | 01:20

Pemerintah Jangan Pukul Rata Evaluasi IUP

Minggu, 27 September 2026 | 01:07

Emas Rahmat Bawa Indonesia Lompat ke Posisi 14

Minggu, 27 September 2026 | 00:35

Kowani Apresiasi Penegasan Menteri Hukum soal SK Kepengurusan

Minggu, 27 September 2026 | 00:17

Rahmat Erwin Abdullah Persembahkan Emas Kedua Indonesia

Minggu, 27 September 2026 | 00:05

Bhayangkari Salurkan 6 Ribu Paket Sembako untuk Warga Aceh

Sabtu, 26 September 2026 | 23:49

Wamenag Protes Keras Pembebasan Bersyarat Bechi Pemerkosa Santriwati

Sabtu, 26 September 2026 | 23:20

Selengkapnya