Berita

Hetifah Sjaifudian/net

Politik

Banggar DPR Ingatkan Kepala Daerah Baru Optimalkan Penggunaan Anggaran

SELASA, 16 FEBRUARI 2016 | 11:16 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Tujuh pasangan gubernur telah dilantik Jumat pekan lalu (12/2), selanjutnya Rabu besok (17/2) akan dilaksanakan pelantikan sebanyak 202 pasangan bupati/walikota hasil Pilkada serentak 2015. Terkait hal tersebut, Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Hetifah Sjaifudian mengingatkan kepada kepala daerah yang baru dilantik untuk mengoptimalkan penggunaan dana daerah.
 
"Di APBN 2016 ini ada transfer dana ke daerah dan dana desa yang cukup besar yakni Rp. 770 triliun. Kepala Daerah yang baru dan akan dilantik harus mampu optimalkan dana tersebut. Ini untuk membangun kesejahteraan di daerah," kata Hetifah, Selasa (16/2).
 
Selain itu menurutnya untuk mengoptimalkan penggunaan dan memanfaatkan dana daerah juga dapat melalui partisipasi aktif dari masyarakat. "Masyarakat juga harus berpartisipasi untuk kawal dana daerah dan desa," imbuh politisi dari Fraksi Partai Golkar ini.
 

 
Hetifah yang juga Anggota Komisi II DPR ini menyarankan agar kepala daerah baru yang terpilih untuk pandai memanfaatkan dana daerah. Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah dengan adanya pendampingan. Diharapkan dengan adanya pendampingan penggunaan dana daerah dan dana desa, kepala daerah dapat terhindar dari tindakan korupsi.
 
"Mungkin ada kebijakan gubernur, bupati atau walikota yang sebetulnya untuk kepentingan rakyatnya. Tetapi karena kebijakan tersebut tidak sesuai dengan regulasi, kepala daerah dianggap melakukan penyelewengan dan bahkan korupsi. Untuk itu perlu pendampingan," sambungnya.
 
Dikabarkan, Pemerintah menyarankan adanya pendamping asisten nasional untuk mendukung kepala daerah dalam mengelolah dana daerah dan dana desa yang cukup besar. Beberapa pakar menilai bahwa keberadaan pandamping untuk dana daerah dan desa akan mampu mengoptimalkan penggunaan anggaran dan mencegah terjadinya praktek korupsi. [rus]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Terkuak Dugaan Penggelembungan Anggaran Makan Minum di DPRD Bandar Lampung

Senin, 20 April 2026 | 02:07

Pramono Siapkan PPSU Khusus Ikan Sapu-Sapu

Senin, 20 April 2026 | 01:47

Jual Beli Rekening Bisa Dijerat Pidana!

Senin, 20 April 2026 | 01:26

HKTI: Kondisi Riil Stok Beras Melimpah

Senin, 20 April 2026 | 01:01

Pramono Tegaskan Jadi Gubernur untuk Semua Kelompok, Agama, dan Golongan

Senin, 20 April 2026 | 00:28

MUI Kawal Ketat Proyek Islamic Center

Senin, 20 April 2026 | 00:13

Projo Klaim Jokowi Menang Berkat Rekam Jejak, Bukan Jasa Jusuf Kalla

Senin, 20 April 2026 | 00:01

Wicked Problem di Balik Motor Listrik MBG

Minggu, 19 April 2026 | 23:43

JK Diduga Masih Simpan Kartu Rahasia Jokowi

Minggu, 19 April 2026 | 23:34

Nabung Jantung

Minggu, 19 April 2026 | 23:26

Selengkapnya