Jessica Kumala Wongso:net
Tersangka kasus "kopi sianida", Jessica Kumala Wongso masih dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Jessica dalam kondisi sedih dan stres berat.
Jessica diperiksa kejiwaannya oleh psikiatri RSCM sejak Kamis (11/2). Kemarin, dia sempat keluar dari rumah sakit. Dia tampak dijemput polisi setelah menjalani pemeriksaan di Departemen Ilmu Kesehatan Jiwa RSCM sekitar pukul 16.30 WIB. Saat keluar, Jessica menyamar, menggunakan baju dokter. Namun, aksi itu tidak bisa membuat para wartawan lengah. Tahu wartawan ngeh, dia bergegas keluar.
Kuasa hukum Jessica, Yudi Wibowo menyatakan, kliennya masih di RSCM, belum dikembalikan ke sel tahanan Polda Metro Jaya. "Jessica masih di rumah sakit. Ada 20 polisi yang mengawalnya," tegasnya.
Menurut Yudi, kemarin siang, kliennya menjalani tes MRI. Katanya, pemeriksaan Jessica belum selesai. Menurut peraturan Kementerian Kesehatan masa perawatan kesehatan kliennya berada dalam jangka waktu 5 sampai 18 hari. "Peraturannya gitu kan, jadi masih dalam penanganan kesehatan," jelasnya.
Empat hari menjalani perawatan di RSCM, perempuan berusia 27 tahun ini sehat secara fisik. Namun, secara psikis dia stres dan sedih. "Jessica sehat, tapi agak sedih saja. Dia sedih sepertinya karena nggak berkenan dibawa ke RSCM," ungkap Yudi.
Untung, ada pihak keluarga yang menemani sehingga stresnya agak mereda. "Namanya orang dikurung ya stres, tapi ya ngga begitu parah. Sudah ditangani perawatan, kondisinya sudah agak membaik," ucapnya.
Terpisah, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Mohammad Iqbal membenarkan Jessica masih berada di RSCM. "Belum, masih di RSCM," kata Iqbal di Mapolda Metro Jaya, kemarin. Diperkirakan, Jessica kembali setelah lima hari dirawat. Kemungkinan, hari ini dia kembali ke sel tahanan.
Soal hasil pemeriksaan kejiwaan Jessica, Iqbal tak mau mengungkapkan. "Itu teknis, belum bisa dipublikasikan. Mohon maaf," imbuhnya.
Sebelumya, saat berstatus saksi, Jessica sudah berkali-kali di-profiling oleh para psikiatri forensik dari Biro Psikologi Polri. Dia menjalani pemeriksaan dengan metode lie detector hingga hypnotherapy.
Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) Sarlito Wirawan Sarwono yang dimintai polisi menjadi saksi ahli menilai hasil psikotes Jessica normal. Secara inteligensi, Jessica dikategorikan sebagai perempuan cerdas dan tak ada indikasi pengidap bipolar.
Pendapat berbeda keluar dari mulut AKBP Rinny Wowor, psikolog Polri yang pernah terjun dalam kasus Ryan 'Jagal' dan pembunuhan Munir. Rinny yang berkali-kali melakukan tatap muka dengan Jessica menyebut ada dorongan dalam diri jebolan Billy Blues itu yang mengarah pada pribadi psikopat.
Sementara, berkaitan dengan kasusnya, Iqbal menyatakan, berkas perkara Jessica belum dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. "Saat ini penyidik sedang menguatkan alat bukti. Insya Allah berkas perkara akan kami rampungkan sesegera mungkin," ungkapnya.
Berkas perkara itu baru dikirim setelah penyidik yakin tidak ada kelemahan. "Kita sudah komunikasi yang intens dengan teman-teman jaksa," tandasnya. ***