Berita

KH Ma'ruf Amin:net

Wawancara

WAWANCARA

KH Ma'ruf Amin: LGBT Itu Penyimpangan, Kalau Dibiarkan Nanti Akan Menimbulkan Kerusakan

SELASA, 16 FEBRUARI 2016 | 09:25 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Propaganda yang dilancarkan komunitas Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) makin berani. Kondisi itu jelas memprihatinkan umat Islam. Besok (hari ini), diungkapkan Kiai Ma'ruf Amin, Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan menerbitkan fatwa terkait LGBT.

Seperti diketahui, untuk me­nangguk dukungan publik di Indonesia, komunitas LGBTdi­danai besar-besaran oleh United Nation Development Programe (UNDP).

Tak tanggung-tanggung, UNDP gelontorkan 8 juta dolar AS atau sekitar Rp 108 miliar untuk mendukung LGBTdi Indonesia, Cina, Filipina, dan Thailand.


Bagaimana MUI menanggapi hal itu, simak wawancara Rakyat Merdeka dengan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin berikut ini:

Kalau kajian MUI, LGBT harus disikapi seperti apa?
Di fatwa kita sudah ada soal lesbi ya. Jadi mungkin besok, hari Rabu kita akan rapat, kita akan konferensi pers, nanti akan ada pendapat resmi MUI.

Ada solusi yang akan dita­warkan MUI?
Ya itu kan menyimpang. Jadi kalau menyimpang lalu dibiar­kan nanti akan menimbulkan kerusakan. Perilaku menyim­pang itu harus diluruskan.

Ada ahli neurologi yang menyebutkan LGBT adalah variasi dari alam semesta, bukan penyimpangan...
Ya penyimpangan... Penyimpangan yang sifatnya psikologi dan harus diluruskan.

Untuk meluruskan ini, apa rekomendasi MUI?
Kalau rekomendasinya, kita tentu hanya bisa melaranglah. Kalau tidak dilarang, nanti akan bertabrakan dengan moral, tabra­kan dengan masyarakat. Apa harus masyarakat nanti yang mengambil tindakan.

Apa larangan itu bisa me­nyelesaikan masalah?
Lebih tidak menyelesaikan ka­lau dibiarkan. Nanti masyarakat tidak bisa menerima perilaku seperti itu.

Ada berpendapat pelarangan LGBT bertabrakan dengan Hak Asasi Manusia (HAM)?
Ya nggak lah. HAM itu kan tidak boleh semuanya, itu tanpa batas dong. Di sini lah, agama itu menjadi pembatas. Lalu, kalau tidak beragama tentu tidak ada batas.

Bagaimana sih memulihkan perilaku menyimpang ini?
Ya diluruskan. Perilaku yang menyimpang itu ya harus di­luruskan. Dididik, dibimbing, dituntun. Itu kan nyatanya laki-laki yang menjadi perempuan tuh. Kalau dia laki ya laki, kalau perempuan itu ya perempuan. Perempuan yang kelaki-lakian dan laki-laki yang keperempuan-perempuanan kan tidak boleh. Kadang-kadang ada memang jenis (kelamin ganda) dan itu jarang sekali.

Nah kalau ada jenis kelamin ganda?
Itu bukan LGBT. Kalau LGBT itu yang berubah perilakunya, bukan bawaan, memang dia laki-laki lahir laki-laki dan lahir perempuan. Itu (kelamin ganda) lain. Itu nanti dihukuminya tergantung sama dia, apa suka pada laki-laki atau suka sama perempuan.

Terhadap lembaga donor yang mensponsori dan men­gadvokasi kelompok LGBT, apa pesan Anda?
Lembaga donor itu kan orang-orang yang tidak berpegangan pada ajaran agama. Apa saja di­danai dia itu... He-he-he. ***

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Direksi BUMN Butuh Kepastian Hukum, Bukan Kekebalan

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:59

Menkop dan Wantimpres Rocky Gerung Hadiri Pra Kongres Syarikat Islam ke-42

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:50

Kakak Kandung Ridwan Kamil Dicecar KPK soal Kasus Korupsi bjb

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:46

IHSG Menguat 1,36 Persen, Rupiah Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38

Legislator PDIP Ungkap Sejumlah Isu yang Dibahas dalam Revisi UU Pemilu

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:21

BOP Pantura Bentukan Prabowo untuk Jaga Kawasan Pesisir

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:04

Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Disalahgunakan

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:56

Warek Unsoed Dicecar KPK soal Mekanisme PMB Jalur Mandiri

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:37

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah jadi Kunci

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:35

GWS Dorong UMKM jadi Ruang Perempuan Perkuat Peran Ekonomi

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:25

Selengkapnya