Berita

Humphrey Djemat/net

Politik

Gelar Ulama Dipermainkan, Siasat Apalagi Yang Dilakukan Kubu Romy?

SENIN, 15 FEBRUARI 2016 | 08:36 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

. Klaim kubu M. Romahurmuziy (Romy) mendapat dukungan dari ulama dan tokoh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dari 34 provinsi untuk mendukung pelaksanaan Muktamar Islah adalah tipu muslihat.

Wakil Ketua Umum PPP versi Muktamar Jakarta, Humphrey Djemat mengatakan manuver terbaru itu seolah-olah ingin mendegradasi pertemuan antara kiai kharismatik yang juga sesepuh PPP Maimoen Zubair (Mbah Moen) dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Jumat (12/2). Dalam pertemuan itu, Mbah Moen menyampaikan dua hal. (Baca: Dua Hal Yang Disampaikan Mbah Moen Saat Diterima Jokowi)

Humphrey mengaku dapat laporan dari daerah, bahwa nama "ulama" yang dicaplok kubu Romy kebanyakan dari pengurus PPP kubu Romy.


"Kami sudah mendapatkan laporan dari berbagai daerah terkait nama-nama yang mereka sebut "ulama". Mereka berasal sebagian dari pengurus, namanya dicatut dan sebagian nggak jelas. Ini sungguh tidak beradab, mereka menghalalkan semua cara," kata Humphrey kepada redaksi, Senin (15/2).

Sebagai contoh, lanjut Humphrey, untuk Kalimantan Timur, pihaknya sudah mendapat konfirmasi dari  KH. Ansori, Habib Nasir dan Ustadz Subhan, bahwa mereka tidak tahu tentang dukungan dan tidak pernah merasa menandatangani pernyataan mendukung Muktamar Islah. Mama mereka dicatut. Dan selebihnya nama yang lain tidak dikenal alias abal-abal.

"Sementara yang dari Bali itu ketua DPD-nya Romy, bekas ketua DPC Jembrana dan mereka bukan kiai bukan ulama. Yang dari Kepri pun demikian, itu pengurusan DPP Rommy," terang Humphrey.

Sementara informasi dari Suharto Karim (DPW Sulut), bahwa ulama yang mewakili atau mengatasnamakan ulama PPP Sulut itu bukan orang PPP tapi PKB. "Pembohongan apalagi yang dilakukan Romy. Jadi betul bahwa ulama-ulama ini sudah diperalat Romy," ungkapnya.

Humphrey menambahkan, di Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara, nama "ulama" yang dicaplok adalah pengurus dari kubu Romy.

"Jadi ini sangat jelas hanya-akal akalan mereka. Permainan apalagi sehingga mereka berani mencatut nama ulama dan memberikan referensi ulama dan kiai sesuai keinginannya. Padahal mereka ada dari ketua DPD, dan yang parah ada yang nggak dikenal," kata Humphrey.

Menurut Humphrey, DPP PPP Muktamar Jakarta, tidak anti kiai dan ulama yang mendukung suatu hal yang dianggapnya baik, tapi jangan sekali-kali mencatut nama-nama sebagai kiai untuk bermanuver. "Ini jelas perbuatan yang disebut misleading information. Ada sanksi pidananya dalam UU ITE," terangnya.

Lanjut Humphrey, DPP PPP hasil Muktamar Jakarta sudah kebal dengan manuver kubu Romy. Perlu diketahui juga hampir tidak pernah ulama-ulama Nahdiyyin yang berani membantah Mbah Moen. Humphrey meragukan keilmuan orang yang berani membantah Mbah Moen, karena kiai di Indonesia apa lagi kiai Nahdiyyin hampir rata-rata menganggap Mbah Moen itu adalah guru, dan 99,9 persen kiai atau ulama belatar belakang pesantren, dan di dalam ilmu kesantrian adab santri kepeda guru-guru adalah tatakrama. "Dan pengertian seorang ulama tidak sembarangan loh, gampang aja ngomong ulama 34 provinsi dukung Muktamar Islah, munafik itu," ungkapnya.

Humphrey menambahkan, Romy Cs sudah ketakutan karena Presiden Jokowi sudah mulai tau rekayasa siasat politiknya, dan sepertinya mereka melakukan itu karena ingin mendegradasi Mbah Moen sebagai Majelis Syariah PPP Hasil Muktamar Jakarta yang sangat didengar Jokowi, dengan kesimpulan silatnas illegal dan sekarang klaim mengumpulkan dukungan ulama PPP. "Siasat busuk apalagi yang akan digunakan agar presiden mendukungnya," ujarnya.

Lebuh lanjut Humphrey mengatakan, siasat busuk Romy untuk mengadu mengimbangi kedatangan Mbah Moen ke Jokowi sungguh sangat biadab itu hanya pantas dilakukan mereka yang tidak bermoral dan berpaham komunis. Bagaimana tidak, Mbah Moen adalah figur sekaligus tokoh ulama panutan dan disegani dan tempat rujukan para kiai di Indonesia ingin dihadapkannya dengan para kiai "abal-abal" yang mengatas namakan kiai se-Indonesia.

"Ini jelas tabiat binatang yang tidak paham adab bagaimana menghargai ulama, apalagi sekelas Mbah Moen yang ilmu beliau sangat jauh dan tidak sebanding dengan ulama yang ada. Belum lagi kalau bicara tentang makom beliau rasanya sangat suul adab bila kita ingin angkat muka di hadapan beliau, apalagi mau melecehkan fatwa beliau, sehingga kita bisa berkesimpulan hanya kiai yang tidak waras aja yang ingin menggugat fatwa beliau yang kita yakini itu semua telah melalui proses yang sangat panjang dan atas hidayah Allah SWT. Sungguh tidak terbayangkan betapa dahsyatnya kegilaan mereka hanya karena terperdaya oleh nafsu setan. Adab, norma dan tata nilai sudah tidak diberlakukan," tukasnya. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya