Berita

Bisnis

Kebanyakan LSM Lingkungan Berkelit Dibiayai Individu

JUMAT, 12 FEBRUARI 2016 | 17:34 WIB | LAPORAN:

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) harus transparan untuk menjelaskan sumber dana dan pemanfaatannya.

"Kebanyakan LSM berkelit kegiatan mereka dibiayai individu sebagai donatur publik. Hanya saja, tidak jelas siapa saja individu yang menjadi donatur serta komitmen mereka terhadap donatur tersebut," kata pengamat lingkungan dan kehutanan Ricky Avenzora.

Pertanyaan mendasar itu, kata Ricky, mencuat karena kenyataan semakin mengguritanya kelompok serta organisasi sayap dan gerakan LSM. Selain itu, ada fenomena hipokrit dalam keseharian kegiatan LSM.


Pada satu sisi, LSM kerap menjual isu penderitaan rakyat kecil. Di sisi lain kebanyakan mereka hidup mewah, berkantor mewah, mampu mengadakan berbagai kegiatan di hotel-hotel berbintang, serta bergaji lebih tinggi dari seorang profesor.

"Mereka juga dengan mudah mampu berbondong-bondong menghadiri acara prestisius seperti COP-21 di Paris, Perancis beberapa waktu lalu," bebernya.

Menurut Ricky, kebanyakan LSM lingkungan sangat tendensius untuk menyudutkan semua pihak dan bahkan mencatut nama rakyat. "Mereka cenderung untuk memperkeruh konflik dan menarik keuntungan dari konflik yang terjadi."

Ricky menuturkan, dalam penelusuran pada 7 dan 20 Januari 2016 di http://www.climateandlandusealliance.org [1] menunjukkan lebih dari 44 juta dolar AS hibah dana lingkungan dikucurkan kepada berbagai LSM lingkungan dan institusi lain di Indonesia. Dana itu berasal lembaga Climate and Land Use Alliance (CLUA) yang berpusat di San Francisco, California, AS.

LSM dan institusi penerima dana lingkungan tersebut di antaranya HuMa (575 ribu dolar AS), Jerat (114 ribu dolar AS), FPP (3.573,477 dolar AS), AMAN (699,826 dolar AS), JKPP (800 ribu dolar AS), KKI WARSI (595,289 dolar AS), Kemitraan
(1.230,400 dolar AS), Mongabay Org Corp (735 ribu dolar AS), RAN (2.096,000 dolar AS), Samdhana Inc. (3.922,429 dolar AS), WetlandS Int. (249,962 dolar AS), WWF (200,445 dolar AS), dan WALHI (536,662 dolar AS).

Sektor swasta yakni InterMatrix Communication (1.311,125 dolar AS), Mckinsey & Co Singapore (1,5 juta dolar AS), dan Maclennan Adams Ltd (78,200 dolar AS).

Lembaga lain yakni SEKALA (1.316,939 dolar AS), CIFOR (415 ribu dolar AS), FFI (449,218 dolar AS), dan ICRAF (497,196 dolar AS) serta Stichting Oxfam Novib (700 ribu dolar AS).[wid]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya