Berita

franky sibarani/net

Bisnis

Investasi Banten Capai Rp 42,5 Triliun Dengan Serapan 100 Ribu Tenaga Kerja

KAMIS, 11 FEBRUARI 2016 | 21:49 WIB | LAPORAN:

Kinerja realisasi investasi 2015 provinsi Banten mencatatkan pertumbuhan yang signifikan sebesar 40 persen dengan nilai investasi mencapai Rp 42,5 triliun dan berdampak produktif dalam menyerap 100.032 tenaga kerja. Angka penyerapan tenaga kerja di Provinsi Banten menyumbang 12 persen dari total penyerapan tenaga kerja di Pulau Jawa sebesar 823.678. Penyerapan tersebut merupakan implikasi positif dari pertumbuhan investasi Banten yang tumbuh diatas pertumbuhan realisasi investasi nasional sebesar 17,8 persen. Kenaikan yang dicatatkan juga merupakan kenaikan yang tertinggi bila dibandingkan dengan provinsi-provinsi lain di Pulau Jawa.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Franky Sibarani menyatakan, pihaknya menyambut positif capaian penyerapan tenaga kerja yang berhasil diperoleh dari realisasi investasi oleh Provinsi Banten. "Korelasi positif antara pertumbuhan investasi dan penyerapan tenaga kerja di Banten perlu dijaga dan terus dipertahankan,” katanya  dalam keterangan resmi kepada media, Kamis (11/2).

Menurut Franky, pihaknya optimistis bahwa tren positif yang dicapai oleh Banten 2015 akan terus berkembang di 2016 ini. Dia menyampaikan bahwa hal ini ditandai dengan masuknya dua investor yang menggunakan layanan investasi 3 jam yang memilih Banten sebagai lokasi investasinya. "Keduanya adalah investor dari Tiongkok, yang pertama adalah industri peralatan rumah tangga dengan nilai investasi Rp 125 miliar yang menyerap 1.500 tenaga kerja, dan yang kedua adalah pembangkit listrik dengan nilai investasi mencapai US$ 1,8 miliar yang menyerap 315 tenaga kerja,” jelasnya.


Franky melanjutkan bahwa investasi yang masuk ke Banten terdiri dari 2.104 proyek dan diharapkan dapat terus meningkatkan investasinya sehingga proses penciptaan lapangan kerja lebih meningkat. "BKPM akan terus berada bersama pemerintah daerah yang memiliki perhatian terhadap pertumbuhan investasi di daerahnya. Dalam kunjungan ke 80 perusahaan 2015 lalu, salah satu kesimpulan yang kami dapatkan adalah tidak ada investasi yang bisa berhasil tanpa dukungan pemerintah daerah," ungkapnya.

Salah satu dukungan konkret BKPM terhadap realisasi investasi di Banten, Kepala BKPM besok (12/2) diagendakan untuk melakukan kunjungan kerja ke salah satu satu perusahaan di Banten yang memproduksi kimia dasar dan memiliki rencana nilai ekspor sebesar US$ 800 juta. Kunjungan tersebut untuk menunjukkan geliat investasi perusahaan tersebut.

Selain Banten, Provinsi lain di Pulau Jawa yang juga berhasil mencatatkan pertumbuhan investasi yang signifikan adalah Jawa Tengah dengan pertumbuhan mencapai 40 persen dengan nilaimencapai Rp 26 triliun. Kemudian diikuti oleh Jawa Timur yang tumbuh 18 persen senilai Rp 67,6 triliun, Jawa Barat tumbuh 9 persen menjadi Rp 98 triliun, dan DI Yogyakarta tumbuh 4 persen senilai Rp 1,5 triliun. Hanya DKI Jakarta yang pada 2015 pertumbuhan investasinya minus 8 persen dengan nilai mencapai Rp 60,8 triliun.

Franky menilai  masing-masing provinsi di Pulau Jawa memiliki karakteristik dan daya tarik investasi. "Jawa Barat dan Jawa Tengah merupakan lokasi yang dapat banyak ditemui industri Padat Karya, sementara Jawa Timur dan Banten lebih pada industri substitusi impor dan berorientasi ekspor," imbuhnya.

Dari sisi sektoral, Franky menjelaskan pihaknya masih mengandalkan investasi sektor padat karya. Sepanjang tahun 2015, sektor ini menyerap 414.347 tenaga kerja, 29 persen dari penyerapan tenaga kerja 2015 sebanyak 1,43 juta orang. Dari data BKPM, pertumbuhan investasi di Pulau Jawa tersebut menunjukkan tren yang postif dan diharapkan dapat terus meningkat dan berkontribusi pada pencapaian target investasi 2016 sebesar Rp 594,8 triliun.

"Dari proporsi investasi yang masih lebih besar Pulau Jawa dibandingkan dengan luar Jawa, untuk mencapai target 2016, realisasi investasi di Pulau Jawa perlu ditingkatkan," pungkasnya. [sam]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya