Berita

Julian Assange/net

Dunia

Pendiri WIkiLeaks: Hillary Clinton Tak Layak Dipilih Jadi Presiden AS

KAMIS, 11 FEBRUARI 2016 | 14:02 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pendiri WikiLeaks Julian Assange kembali membuat kontroversi. Ia menyebut bahwa calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat Hillary Clinton akan mendorong Amerika Serikat pada perang bodoh tak berujung yang menyebar terorisme bila menduduki kursi nomor satu di negeri Paman Sam.

Sang whistleblower yang telah berada di kedutaan Ekuador di London sejak Juni 2012 itu mengatakan bahwa ia cukup akrab dengan mantan ibu negara itu. Karena itulah ia memperingatkan agar pemilih Amerika Serikat tidak memberikan suara untuk Cillary Clinton.

"Saya memiliki pengalaman tahunan dalam berurusan dengan Hillary Clinton dan telah membaca ribuan jaringannya. Kurangnya penghakiman Hillary, kepribadiannya yang dikombinasikan dengan pengambilan kebijakannya yang buruk telah secara langsung memberikan kontribusi terhadap munculnya ISIS," tulis Assage dalam wikileaks.org pekan ini.


Kata Assage, semasa Hillary menduduki kursi Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, kekacauan terjadi di Libya pada tahun 2011. Hal itu terjadi setelah Amerika Serikat dan sekutunya melancarkan serangan militer untuk menggulingkan pemimpin Libya Muammar Gaddafi.

Akibatnya, masih kata Assage, ribuan senjata berhasil jatuh ke tangan militan di Suriah dan menyebabkan puluhan ribuan nyawa tak berdosa hilang sia-sia.

Pentagon secara umum, kata Assage, mulanya menolak perang di Libya karena merasa Hillary tidak memiliki rencana pasca-perang yang aman. Namun kemudian operasi di Libya di jalankan dan pola yang sama dilakukan di Suriah.

Karena itulah Assage menekankan bahwa atas dasar itulah Hillary tidak layak menduduki kursi tertinggi Amerika Serikat. Demikian seperti dimuat Press TV (Jumat, 11/2). [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya