Berita

ilustrasi penculikan/net

Dunia

Tim Argentina Tolak Kesimpulan Pembakaran 43 Siswa Meksiko

RABU, 10 FEBRUARI 2016 | 18:11 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sekelompok ahli forensik Argentina menolak kesimpulan pemerintah Meksiko terkait dengan hilangnya 43 orang siswa pada akhir tahun 2014 lalu.

43 orang siswa perguruan tinggi di kota Ayotzinapa, Guerrero Meksiko itu diketahui hilang pada malam tanggal 26 September 2014, menyusul bentrokan dengan polisi setempat di kota terdekat dari Iguala.

Mereka menghilang setelah dicegat oleh polisi yang dilaporkan telah diperintahkan oleh walikota. Perintah itu dilakukan untuk menghentikan langkah para siswa yang kerap berpartisipasi dalam protes terhadap istri sang walikota. Baik walikota maupun istrinya itu saat ini telah mendekam di balik jeruji besi.


Usai diculik dan tidak diketahui rimbangnya, bulan November 2015 Jaksa Agung Meksiko, Jesus Murillo Karam mengatakan bahwa para siswa tersebut telah tewas dibunuh dengan cara dibakar di tempat sampah di kota Cocula. Anggota geng yang melakukan tindakan itu telah mengakui hal tersebut.

Namun dalam penyelidikan, dari sampel DNA yang diambil di lokasi, hanya ada dua siswa yang DNA-nya sesuai.

Hal itulah yang mebuat Tim Antropologi Forensik Argentina (EAAF) ragu dengan temuan itu.

"Sejauh ini belum ditemukanbukti ilmiah untuk menghubungkan elemen di pembuangan sampah Cocula dengan siswa yang hilang," kata EAAF dalam sebuah pernyataan (Selasa, 9/2).

Tim mengatakan, dari lokasi kejadian, ditemukan sisa-sisa kerangka bakaran ditemukan setidaknya ada 19 orang. Namun hasil investigasi menemukan bahwa hampir dari semua yang ditemukan merupakan kelompok orang dengan usia yang lebih tua dari para siswa yang hilang tersebut. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

PLN Perluas SPKLU Signature Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik

Minggu, 13 September 2026 | 08:21

Pemerintah Didesak Tetapkan Status Darurat Kesehatan Imbas Karhutla

Minggu, 13 September 2026 | 08:01

AntreEV Permudah Antrean SPKLU Lewat PLN Mobile

Minggu, 13 September 2026 | 07:40

Tak Ada Kerusakan Akibat Gempa di Perairan Kepulauan Seribu

Minggu, 13 September 2026 | 07:03

Bisa Pengaruhi Investor, Penegak Hukum Ditantang Adil di Kasus Transfer Pricing

Minggu, 13 September 2026 | 06:51

Inovasi Jebolan Program Pertamuda Pertamina Bantu Nelayan Peroleh Cuan

Minggu, 13 September 2026 | 06:21

Ketika Hukum Terlihat Sedang Mencari Pasal, Bukan Kebenaran

Minggu, 13 September 2026 | 05:47

Nilai Adat Harus Dipegang Teguh dan Diwariskan ke Setiap Generasi

Minggu, 13 September 2026 | 05:16

Budi Daya Lobster Modeling Batam Tembus Pasar Ekspor, Daerah Lain Siap Menyusul

Minggu, 13 September 2026 | 04:43

Strategi Pengusaha Indonesia Hadapi CBAM EU dan IEU-CEPA

Minggu, 13 September 2026 | 04:14

Selengkapnya