Berita

M Adi Toegarisman:net

Wawancara

WAWANCARA

M Adi Toegarisman: Akui Sebagai Pengikut Moshaddeq, Gafatar Tak Ada Anjuran Beribadah

RABU, 03 FEBRUARI 2016 | 09:02 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Bekas Ketua Umum Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), Mahful M Tumanurung telah diperiksa Kejaksaan Agung pada Jumat (29/1) lalu. Hasil pemeriksaan, mereka men­gakui sebagai pengikut Ahmad Moshaddeq (nabi palsu) yang membuat Al-Qiyadah Al-Islamiyah yakni organisasi yang sudah dinyatakan sesat dan dilarang pemerintah.

"Jadi dia (Mahful M Tumanurung) kita panggil, kita wawancara, dan tanyai secara dalam dan mendetail tentang Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara) dan aktivitas mereka," ujar Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM Intel) Kejaksaan Agung, M Adi Toegarisman kepada Rakyat Merdeka.

Saat ini, Adi Toegarisman melaksanakan tugas memimpin­Tim Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakor Pakem). Ketuanya ada­lah Jaksa Agung M Prasetyo. Sebagai JAM Intel Adi Toegar duduk di kursi Wakil Ketua Bakor Pakem.


Berikut petikan wawancara selengkapnya:

Ada agenda apa beberapa waktu bekas Ketua Umum Gafatar datang ke gedung JAM Intel?
Memang kita mengundang mereka untuk kita ajak bicara. Mewawancarai mereka seputar Gafatar dan aktivitasnya.

Siapa saja yang diundang dan hadir saat itu?
Ketua Umumnya Mahful Tumanurung dan sekitar 10 orang anggotanya yang meru­pakan para pengurus inti dari Gafatar. Ada Ketua Bidang Investigasinya, ada Ketua Bidang Organisasinya, ada Ketua Bidang Kesehatan, ada Bendaharanya, ya sekitar sepu­luhan orang.

Dalam proses dialog, kabarnya ada upaya-upaya intimidasi. Betul seperti itu?

Ya enggak-lah. Kan kita bukan mengintimidasi. Kita mengajak mereka bicara baik-baik. Saling bertanya, wawancara dan men­dalami apa saja sebenarnya gera­kan ini. Ya mereka datang.

Berapa lama mereka diajak 'ngobrol'?

Mereka datang sekitar pukul sepuluh pagi (pada Jumat 29 Januari 2016), dan mulai wawan­cara sekitar pukul dua siang. Lama juga memang, hingga pu­kul lima sore lewat baru selesai.

Apa saja temuan yang dida­pat dari pemeriksaan itu?

Nah, Mahful Tumanurung sendiri mengakui bahwa dia dan teman-temannya mendirikan Gafatar. Mereka mengaku seba­gai pengikut Ahmad Moshaddeq yang membuat Al-Qiyadah Al-Islamiyah yakni organisasi yang sudah dinyatakan dilarang itu.

Setelah itu, Tumanurung men­gaku bahwa mereka membuat komunitas Millah Abraham atau KOMAR, dengan menjadikan Ahmad Moshaddeq semacam guru atau mentor utama mer­eka. Dan kemudian itulah yang diikuti mereka.

Apakah ada pengakuan yang menjelaskan bahwa mereka sudah menyimpang?
Ya, Tumanurung mengatakan, di Gafatar tidak ada anjuran menjalankan ibadah. Kemudian, dia juga mengaku bahwa di­rinya tidak dibayar memban­gun Gafatar itu, hanya saja dia berjanji akan membesarkan Gafatar.

Apakah masih akan berlan­jut aktivitas Gafatar?

Tumanurung sendiri mengaku bahwa Gafatar yang dibentuk mereka itu, sebenarnya sudah dibubarkan pada Agustus 2015 lalu. Dan dia memang tidak merasa bersalah atau tidak mera­sa melakukan ajaran yang sudah menyimpang dari ajaran pokok Islam. Ya banyak hal yang kita gali dari pertemuan itu.

Apa langkah selanjutnya yang akan dilakukan Bakor Pakem?
Ini belum ada kesimpulan, masih melakukan analisis. Nanti akan dijadwalkan per­temuan Bakor Pakem semuanya. Sembari tetap menunggu sikap Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa. Bakor Pakem masih mengkaji semua informasi dan hasil temuan ini dulu. Setelah rampung semuan­ya, barulah akan kita sampaikan sikap dan keputusan Bakor Pakem terkait Gafatar ini. Jadi, ya tunggu dululah ya. ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya