Berita

ilustrasi/net

IPW Yakin Polisi Mampu Tuntaskan Kasus Kematian Mirna

SELASA, 02 FEBRUARI 2016 | 09:21 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Dalam kasus kematian Mirna, hanya ada lima pihak yang terkait dengan keberadaan es kopi Vietnam yang mengandung racun. Yaitu petugas pembuat kopi dan pelayan yang mengantar kopi di Kafe Oliver, Mirna, Jesica serta Hani.

Dari CCTV di tempat kejadian, kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, polisi sebenarnya sudah mendapatkan berbagai indikasi dan petunjuk yang kuat sebagai alat bukti. Namun untuk mengungkap motifnya polisi perlu mendapatkan bukti bukti lain, seperti bungkus sianida, bon pembelian sianida atau petunjuk-petunjuk lain dari HP, komputer, membuka google tersangka, atau data-data lain di rumah tersangka.

"Memang tak mudah untuk mengungkap kasus pembunuhan dengan racun, tapi IPW berkeyakinan polisi akan mampu menuntaskan kasus kematian Mirna dengan tuntas," kata Neta beberapa saat lalu (Selasa, 2/2).


Menurut Neta, kasus kematian Mirna harus diungkap polisi karena tergolong sadis dan kejam. Hal ini terlihat dari racun sianida yang dimasukkan ke kopi yang diminum Mirna, yang ternyata dapat mengakibatkan kematian bagi 20 sampai 25 orang. Artinya, sianida yang dimasukkan ke kopi Mirna dosisnya sangat tinggi, yang dalam tempo singkat bisa membunuh.

"Kekejaman ini hanya bisa dilakukan oleh orang yang berwatak sadis dan berdarah dingin. Pelaku pembunuhan seperti ini harus dihukum berat," demikian Neta. [ysa]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Ruang Digital Kondusif Faktor Penting Jaga Stabilitas Ekonomi dan Politik

Rabu, 05 Agustus 2026 | 04:03

Dibungkam Maung Bandung 2-1, STY Sebut Pemain Persija Belum Maksimal

Rabu, 05 Agustus 2026 | 03:43

Kuliah Koperasi untuk Feri Amsari

Rabu, 05 Agustus 2026 | 03:18

Gagasan Anti-Penjajahan Soemitro jadi Modal Bangsa Hadapi Dinamika Global

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:55

BRI Gelar Kick-Off BRIncubator 2026 Songsong Akselerasi UMKM Naik Kelas

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:33

Ziarahi Makam Bung Karno, Muzani Tegaskan Indonesia Rumah Bersama

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:12

Penentu Tingkat Kesuksesan suatu Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 01:43

Ikan Gabus Baik untuk Ibu Pascamelahirkan, Begini Penjelasannya

Rabu, 05 Agustus 2026 | 01:17

Indonesia-Thailand Makin Mantap Jaga Kawasan Selat Malaka

Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:58

Utang Pinjol Warga RI Naik 25,88 Persen, Tembus Rp105 Triliun Hingga Juni 2026

Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:30

Selengkapnya