Berita

tb hasanuddin/net

Banyu Biru Cermin Wajah Intel Yang Suram

SELASA, 02 FEBRUARI 2016 | 06:45 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Wajah intelijen Indonesia semakin suram. Hal ini misalnya terlihat dengan eredarnya surat keputusan (SK) pengangkatan Banyu Biru sebagai agen intelijen Badan Intelijen Negara (BIN).

"Inilah suramnya wajah intel kita, di saat bangsa ini sedang membutuhkan aparat intelijen yang tangguh, profesional, dan berdedikasi tinggi dalam rangka menghadapi gerakan teroris yang semakin masif dan brutal," kata Wakil Ketua Komisi I, TB Hasanuddin, dalam keterangan Senin malam (1/02).

Sejatinya, lanjut TB Hasanuddin, agen intelijen harus menutup identitasnya dalam menjalankan tugas. Pasalnya, selain sudah tersumpah, dengan terbukanya identitas sebagai agen intelijen, maka hal itu bisa mengancam keselamatan yang bersangkutan.


"Tapi kita malah disuguhi aparat intel yang kolokan, membuka identitas dirinya ke publik bahwa dia adalah agen intelijen. Dia tidak sadar bahwa perbuatannya itu dapat membahayakan dirinya, dan telah melanggar kode etik serta sumpah intelijen," sesal mantan Kepala Staf Garnisun Wilayah DKI Jakarta ini.

Menurut TB Hasanuddin, peredaran SK pengangkatan agen intelijen itu menjadi tanggung jawab Kepala BIN. Sebab, sebelum yang bersangkutan diberikan SK, sudah seharusnya para agen ini diberi dulu penataran, kursus, dan pengetahuan dasar soal keintelejenan, prosedur kerja, cara berkomunikasi dan kode etik intelijen.

"Setelah semuanya dilalui dengan baik, baru kemudian dilakukan penyumpahan dan terakhir baru diberi SK," tutur mantan Sekretaris Militer ini.

Mendengar berita ini, para komunitas intelejen pun, kata TB Hasanuddin, sangat menyesalkan  mengapa kasus ini bisa terjadi, dan menyarankan segera susun dan perkuat personil-personil BIN agar mampu melaksanakan tugasnya dengan lebih baik lagi.

"Isi BIN dengan aparat intelejen profesional, tangguh dan berdedikasi tinggi demi bangsa dan negara," pungkas purnawirawan Jendral TNI AD bintang dua ini. [ysa]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Ruang Digital Kondusif Faktor Penting Jaga Stabilitas Ekonomi dan Politik

Rabu, 05 Agustus 2026 | 04:03

Dibungkam Maung Bandung 2-1, STY Sebut Pemain Persija Belum Maksimal

Rabu, 05 Agustus 2026 | 03:43

Kuliah Koperasi untuk Feri Amsari

Rabu, 05 Agustus 2026 | 03:18

Gagasan Anti-Penjajahan Soemitro jadi Modal Bangsa Hadapi Dinamika Global

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:55

BRI Gelar Kick-Off BRIncubator 2026 Songsong Akselerasi UMKM Naik Kelas

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:33

Ziarahi Makam Bung Karno, Muzani Tegaskan Indonesia Rumah Bersama

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:12

Penentu Tingkat Kesuksesan suatu Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 01:43

Ikan Gabus Baik untuk Ibu Pascamelahirkan, Begini Penjelasannya

Rabu, 05 Agustus 2026 | 01:17

Indonesia-Thailand Makin Mantap Jaga Kawasan Selat Malaka

Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:58

Utang Pinjol Warga RI Naik 25,88 Persen, Tembus Rp105 Triliun Hingga Juni 2026

Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:30

Selengkapnya