Berita

andi arief/net

Hukum

Andi Arief: Ongen Tahanan Politik Jokowi

SELASA, 02 FEBRUARI 2016 | 01:39 WIB | LAPORAN:

RMOL. Yulian Paonganan adalah korban rezim. Ongen merupakan tahanan politik akibat dari kritik pedas yang ditujukan kepada sang pemipin rezim, Presiden Joko Widodo.

Begitu dikatakan politisi Partai Demokrat, Andi Arief dalam akun twitter pribadinya, Senin malam (1/2).

Menurutnya, dijaman Presiden Soekarno ada Buya Hamka, kemudian di jaman Soeharto ada Sri Bintang Pamungkas, maka di era pemerintahan Jokowi ada Yulian Paonganan yang menjadi tahanan politik akibat dari keritik pedasanya kepada rezim.
 

 
Dalam akun twitternya @AndiArief_AA, dia juga menyindir apa yang dilakukan Jokowi kepada Ongen.
 
"Ngomongnya sih setinggi pelangi, mau dibilang apa aja gak marah, asal jangan dinilang minta saham. Saya setuju #OngenTahananPolitikJokowi,” tulis Andi.
 
Andi Arief juga mengatakan, Jokowi tidak berhak bicara di dunia internasional soal demokrasi karena ada #OngenTahananPolitikJokowi.
 
"44 hari #OngenTahananPolitikJokowi hanya diperiksa satu jam saja. Kalau memenjarakan orang tidak bersalah, tidak mungkin ada Presiden yang sukses memimpin #OngenTahananPolitikJokowi," tulis dia lagi.
 
Menurut Andi, kata-kata #papadoyanlonte yang digunakan sebagai dasar untuk menangkap Ongen dan sebagai dasar pelanggaran UU Pornografi sangat aneh. Apalagi, polisi menggunakan pertimbangan dari ahli bahas.

"Setahu saya di dunia ini tidak ada ahli pornografi. Jadi lucu kalau ahli bahasa menafsirkan #papadoyanlonte sebagai pornografi,” kritik dia.
 
Andi juga memprotes jika kemudian alat kelamin anak kecil dijadikan dasar untuk menjerat Ongen.

"Kelamin anak kecil yang sunat dibilang pornografi. Dunia sedang sakit. Polisi sudah sewenang-wenang dalam kewenangannya dalam kasus Ongen,” terangnya. [sam]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya