Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo yang bersedia memenuhi undangannya untuk meresmikan Masjid Fatahillah di Komplek Balaikota, Jakarta.
Ahok sendiri mengaku pembangunan masjid tersebut merupakan permintaan Jokowi saat masih menjabat orang nomor 1 di DKI.
"Apa yang kami kerjakan ini tak lepas dari arahan Bapak (Jokowi) saat Bapak masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta," kata Ahok saat menyampaikan pidato di halaman Masjid Fatahillah.
Bahkan lanjut Ahok, banyak program yang saat ini dikerjakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merupakan arahan Jokowi. Misalnya juga Jakarta Smart City (JSC) yang sekarang masih belum selesai.
Ahok menceritakan sewaktu Jokowi masih menjadi Gubernur, ia merasa kesulitan untuk menemukan staf-stafnya. Sehingga, tercetuslah sistem yang dapat melakukan pengecekan staf-staf itu.
Selain itu, ada juga pembangunan Masjid Raya Jakarta yang dibangun di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat yang belum selesai pembangunannya hingaa saat ini.
Ahok pun menyinggung soal pembangunan Light Rail Transit (LRT) yang hingga kini belum ada perkembangan berarti. Dia menilai, Pemprov Jakarta tinggal menunggu Peraturan Presiden agar mereka bisa melakukan penunjukan langsung kontraktor.
"Ada beberapa tugas yang belum selesai, tapi beberapa sudah kami kerjakan. Kami berterima kasih Pak Presiden bersedia meresmikan masjid ini," tutupnya.
Proyek pembangunan Masjid Fatahillah yang menghabiskan biaya sebesar Rp 1,8 miliar itu dibangun di sebelah Gedung D Balai Kota DKI dan bisa terlihat dari pintu masuk bagian depan Balai Kota Jakarta.
Dalam peresmian masjid tersebut Jokowi hadir didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung yang disambut oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian, Pangdam Jaya Mayor Jenderal Teddy Lhaksmana, dan Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin.
[zul]