Berita

net

Kesehatan

Pelaksanaan JKN Masih Buruk

JUMAT, 29 JANUARI 2016 | 04:17 WIB | LAPORAN:

Pelaksanaan program layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hingga akhir tahun 2015 dinilai masih buruk. Selama dua tahun program berjalan banyak ditemukan permasalahan.

Menurut Direktur MediaLink Mujtaba Hamdi, masalah terbesar selama pelaksanaan JKN adalah masih banyak kasus kesalahan data Peserta Bantuan Iuran (PBI). Hal ini, disebabkan pengunaan data lama yang tidak dimutakhirkan. Kemudian, selalu ada perubahan prosedur, penambahan tugas, rumitnya rujukan, kurang sosialisasi, proses pengurusan klaim yang terlambat, hingga prosedur pendaftaran untuk perusahaan yang panjang dan lama.

"Data masih gunakan data 2011. Hasilnya, kelompok tidak mampu belum sepenuhnya dimasukkan. Selain itu, aturan pendataan seharusnya melibatkan warga, namun pelaksanaan di lapangan tidak seindah regulasinya," bebernya dalam diskusi yang digelar di resto Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta (Kamis, 28/1).


Menurut Hamdi, kunci persoalan adalah sistem validasi dan verifikasi harusnya lebih terbuka dan diterapkan secara merata di seluruh Indonesia.

"Kenyataan yang dilihat di lapangan ada banyak data lama yang masih masuk. Warga yang meninggalpun masih masuk, sehingga masih banyak masyarakat miskin yang tidak masuk. Pendataan masih kacau-balau," tambahnya.

"Ini ada di regulasi tapi implementasinya tidak merata sama sekali, ini tidak bisa dibiarkan. Tidak cukup ada regulasi saja, harus ada terobosan nasional inovatif yang diajukan pemerintah agar verifikasi validasi yang terbuka bisa maksimal," tegas Hamdi. [wah]

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

UPDATE

Prabowo Harus Siapkan Langkah Antisipatif Ketahanan Energi

Sabtu, 28 Maret 2026 | 03:59

Beckham Jawab Keraguan dengan Tampil Trengginas di GBK

Sabtu, 28 Maret 2026 | 03:48

Daftar 97 Pinjol yang Didenda KPPU Imbas Praktik Kartel Suku Bunga

Sabtu, 28 Maret 2026 | 03:28

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Wejangan Ray Dalio

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:45

Ketua DPD Dorong Pembangunan Fondasi Sepak Bola Lewat Kompetisi

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:29

KPPU Denda 97 Pinjol Buntut Praktik Kartel Suku Bunga

Sabtu, 28 Maret 2026 | 01:59

Purbaya Disentil Anas Urbaningrum Usai Nyemprot Ekonom Kritis

Sabtu, 28 Maret 2026 | 01:33

Serius Bahas PP Tunas

Sabtu, 28 Maret 2026 | 01:18

Polri Didesak Audit Dugaan Aliran Dana Asing ke LSM

Sabtu, 28 Maret 2026 | 00:59

Selengkapnya