Berita

Rachmawati Soekarnoputri/net

Politik

Soal Utang, Rezim Jokowi Dan Mega Klop!

SENIN, 25 JANUARI 2016 | 22:25 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang baru-baru ini diresmikian Presiden Jokowi terus menuai kritikan.

Kali ini datang dari politisi senior sekaligus pendiri Yayasan Pendidikan Soekarno (YPS), Rachmawati Soekarnoputri.

Menurut Mbak Rachma, sapaan akrabnya, belum selesai skandal mega korupsi BLBI Rp 640 triliun, yang tiap tahun bayar pajak untuk konglomerat pengemplang BLBI dalam bentuk bunga obligasi rekap sebesar Rp 60 triliun, sekarang utang ditambah lagi sebasar Rp 79 triliun dari Cina lewat bayang-bayang proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.


Jelas Mbak Rachma, dua utang tersebut akan menyengsarakan rakyat Indonesia seumur hidup.

"Jadi apa bedanya? Klop sudah antara rezim Megawati Soekarnoputri waktu jadi presiden dan rezim Jokowi dalam soal hutang, dan bikin Indonesia jadi bangsa kuli," sebut Mbak Rachma, yang juga putri Bung Karno ini kepada redaksi, Senin (25/1).

Lalu, dia mempertanyakan dimana para anggota DPR yang terhormat, dan kemana fungsi pengawasan mereka.

"Apakah ini merupakan bagian dari bagi-bagi proyek? Kok DPR sepertinya hanya jadi stempel Pemerintah. Ini jelas kebijakan yang menzolimi rakyat. Lalu apakah rejim proxy ini masih mau diteruskan?" demikian Mbak Rachma. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya