Berita

Zulkifli Hasan:net

Wawancara

WAWANCARA

Zulkifli Hasan: Nggak Masalah Mas Tris Rangkap Jabatan Di Partai Dan KEIN

SENIN, 25 JANUARI 2016 | 08:14 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Partai Amanat Na­sional (PAN) tidak akan mengabulkan permohonan Soetrisno Bachir Mundur dari posisi Ketua Maje­lis Pertimbangan Partai (MPP). Mas Tris- sapaan Soetrisno Bachir tetap sebagai Ketua MPP PAN meskipun sudah ditunjuk Presiden Jokowi sebagai Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN).

"Mas Tris di PAN itu bukan jabatan eksekutif, tapi lebih kepada penasihat. Sehingga Mas Tris bisa tetap fokus untuk menjalankan posisinya sebagai Ketua KEIN," ujar Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan saat berbin­cang dengan Rakyat Merdeka, kemarin.

Meskipun diketahui, usai dilantik sebagai Ketua KEIN di Istana Negara (19/1) kemarin, Mas Tris menyatakan akan mundur dari posisinya seba­gai Ketua MPP PAN. Lantas, apa alasan PAN menganggap Soetrisno Bachir boleh rangkap jabatan? Berikut wawancara selengkapnya :


Usai dilantik, Soetrisno Bachir sendiri yang ingin mundur dari Ketua MPP PAN?
Perlu diketahui, Presiden Jokowi menunjuk Mas Tris sebagai Ketua KEIN itu bukan karena dia kader PAN. Tapi lebih kepada latar belakangnya sebagai pelaku usaha. Jadi saya pikir, tidak perlu juga Mas Tris mun­dur dari jabatannya. Dia tetap sebagai Ketua MPP PAN.

Presiden Jokowi sudah buat aturan bahwa pejabat tidak boleh rangkap jabatan di parpol. Kalau tidak mun­dur berarti rangkap jabatan dong?
Jabatan Mas Tris itu Ketua MPP PAN. Nah, di PAN Ketua MPP itu bukan pengurus eksekutif yang harus sibuk urus kegiatan harian. Ketua MPP itu lebih kepada penasihat. Kecuali, kalau beliau itu Ketua umum, Sekjen, Wakil Ketua itu baru eksekutif. Kalau ini penasihat, kerjanya menasihati. Jadi saya pikir beliau akan tetap bisa fokus pada KEIN.

Jadi Anda menolak pengun­duran diri Soetrisno Bachir?
Mas Tris itu memang tidak bisa mengundurkan diri seperti kader atau posisi lainnya. Beliau kan dipilih melalui kongres.

Dengan masuknya Soetrisno Bachir dalam lingkaran kekuasan, tentunya PAN bakal semakin mesra dengan pemer­intah?
Kalau Mas Tris kan tentu ya. Tapi Mas Tris itu diminta bukan sebagai PAN nya, tapi sebagai tim sukses Pak Presiden Jokowi sebelumnya. Dan ketika kita putuskan untuk mendukung pe­merintah, saat itu kita memang selalu menjaga hubungan baik.

Jadi PAN sangat mendu­kung jabatan baru Soetrisno Bachir?
Ya kita dukung penuh. Ketua KEIN itu kan untuk membantu Presiden dalam bidang ekonomi dan fokusnya pada industri.

Penunjukan ini bisa diar­tikan bahwa posisi PAN se­makin kuat untuk dirangkul masuk ke kabinet?
Itu nggak ada urusannya, lain lagi. Seperti yang saya bilang, Mas Tris itu bukan mewakili PAN, tapi beliau sebelumnya tim sukses Jokowi-JK. Dan secara latar belakang memang dia sangat pas untuk posisi itu. Sejak awal pun, kami sudah tahu bahwa Mas Tris kelak akan diminta presiden untuk duduk pada posisi tersebut.

Berarti Anda sudah dapat bocoran soal jabatan Ketua KEIN akan diberikan pada kader PAN?
Kita sudah tahu dari awal, bahkan sebelum kongres sudah tahu bakal diminta menjadi KEIN. Sebelum masa-masa kon­gres PAN. Memang background nya Mas Tris kan pengusaha, menguasai ekonomi, banyak yang bergelut di bidang ekonomi dan industri.

Ada pesan bagi Soetrisno Bachir dengan posisi barunya itu?
Yang penting bekerja keras, sungguh-sungguh, agar bisa memberikan konstribusi yang nyata. Apalagi di era ekonomi kita akibat pengaruh global yang tidak ringan, dan industri kita memang yang under capacity.

Manufaktur kita melemah saat ini, sebagian besar melakukan impor, mudah-mudahan bisa membantu Presiden agar in­dustri kita benar-benar berkem­bang, punya arah yang jelas. Ketergantungan pada produk lain secara bertahap bisa kita kurangi. ***

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Gandeng Boulevard Coffee, Bank Syariah Nasional Perkuat Ekosistem Transaksi Masyarakat

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 17:23

15 Tahun Mengaspal, 70 Mitra Driver Dapat Hadiah Umrah dari Gojek

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:11

AADI Laporkan Pengalihan Saham Hasil Buyback Lewat Bursa

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:12

Kebakaran di Belakang RS PIK, Asap Tebal Membubung

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:11

Peradi Profesional Jakarta Dilantik, Harris Arthur: Integritas Adalah Marwah Advokat

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:02

Purbaya Girang, Danantara Setor Dividen Rp120 Triliun ke Kas Negara

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:56

Chevron Siap Perluas Proyek Minyak di Venezuela

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:39

Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Operator Wajib Beri Pilihan

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:26

Amandemen UUD 1945 Didahului Pemufakatan Jahat

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:12

Aktivis Senior Ingatkan Sudah Saatnya Kembali ke UUD 1945 Asli

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 13:39

Selengkapnya