Berita

foto: net

Pak Jokowi Jangan Diam, Petani Karet Masih Menjerit!

MINGGU, 24 JANUARI 2016 | 12:33 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Petani karet di Indonesia menjerit. Harga getah karet sejak dua tahun terakhir terus anjlok. Di tingkat petani, harga karet terus mengalami penurunan, dari Rp 15 ribu menjadi Rp 10 ribu per kilogram. Dan sudah setahun ini anjlok lagi dikisaran Rp 5 ribu hingga Rp 4 ribu per kilogram.

"Saya berharap Pak Presiden Jokowi iba dan secepatnya membantu petani karet," kata aktivis dari Kelompok Anak Petani Karet Indonesia (KAPKI), Ginanda Siregar kepada redaksi, Minggu (24/1/2015).

Jelas Ginanda, karet adalah salah satu komoditi penghasil devisa negara, sekaligus jadi lapangan kerja bagi penduduk Indonesia, namun sepertinya Pemerintah hanya fokus ke devisa negara sementara petani diabaikan.


"Saya ingin cerita, di daerah-daerah penghasil karet seperti Sumatera, Kalimantan dan Jawa, petani karetnya sudah semakin menjerit. Di Sumatera Utara misalnya, akibat rendahnya harga karet banyak anak petani karet yang berhenti sekolah karena tidak bisa dibiayai lagi. Dan parahnya, akibat anjloknya harga karet ini, kriminal seperti pencurian semakin marak," papar Ginanda.

Ia menambah, petani karet di pedesaan mengaku heran, kenapa harga karet terus anjlok sementara getah karet yang disadap (dihasilkan) mereka kualitasnya semakin baik. Yang lebih mengherankan lagi, permintaan akan bahan karet semakin banyak, dan ditambah nilai mata dolar AS semakin tinggi, tapi malah harga karet semakin nyungsep.

"Saya percaya dengan dugaan ada permainan mafia di komoditi karet ini," tegas Ginanda.

Untuk itu, lanjut Ginanda, Pemerintah dalam hal ini Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli, Menteri Perdagangan Thomas Lembong, dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman harus segera mencari solusi agar petani karet lebih sejahtera. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya