Berita

Aburizal Bakrie/net

Politik

KISRUH GOLKAR

Ical Gunakan Gaya Politik Tegang-tegang Kendor

MINGGU, 24 JANUARI 2016 | 10:54 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ketua Presidium Koalisi Merah Putih (KMP) Aburizal Bakrie alias Ical dalam pidato politik Rapimnas Partai Golkar tadi malam memberi sinyal partai yang dipimpinnya akan mengambil jalur pengabdian bersama pemerintah. Artinya, Golkar akan keluar dari KMP sebagai kelompok partai oposisi dan bergabung dengan Pemerintahan Jokowi-JK.

Menganalisa sikap Ical tersebut, pengamat politik dari UIN Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago, mengatakan, akhirnya Ical menyerah dan ditaklukkan oleh sebuah realitas dan konstelasi politik.

"Faktor politik dan kekuasaan sangat dominan, kekuasaan politik masih berada di atas supremasi hukum. Dan pada ahirnya tinggal menunggu waktu ARB meletakkan jabatan Ketua Umum Golkar," sebut Pangi kepada redaksi, Minggu (24/1).


Menarik untuk mengutip pernyataan Ical yang berbunyi 'sebagai kekuatan politik Golkar tidak lahir dalam oposisi, doktrin Partai Golkar berbeda dengan partai lainnya. Keahlian Golkar pada pengelolaan kekuasaan bukan pada perlawanan terhadap kekuasaan'.

"Dalam sejarah perjalanan, Golkar memang tidak pernah berada di luar kekuasaan. Pertanyaan retorisnya, mengapa dari awal ARB terlihat ngotot berada di luar kekuasaan?" ungkap Pangi.

Jelas Pangi, Ical dari awal sudah sesat politik. Semestinya, Ical dari awal mendukung pemerintah, dengan demikian Ical tentu aman dan tidak akan digoyang. Kalau ini yang terjadi, tidak akan ada Munas Ancol dan Kemenkumham tidak akan mengantung pengesahan Munas Bali.

Lanjut Pangi, Ical memainkan gaya politik tegang-tegang kendor dan sikap politik kontraproduktif. Di satu sisi Ical mengatakan bahwa konflik internal sedang berjalan, fakta menyatakan bahwa kemenangan Munas Bali sudah di depan mata. Namun di sisi lain, Ical mendukung segera diselenggarakannya Munaslub sembari membangun konsolidasi politik.

"Akankah ARB benar-benar akan patuh dan loyal pada hasil putusan Munaslub? Bagaimana kalau kemudian putusan Munaslub tidak memilih lagi ARB, sementara pada waktu bersamaan Mahkamah Agung mengesahkan Munas Bali?" tukasnya. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya