Berita

Andi Gani Nena Wea:net

Wawancara

WAWANCARA

Andi Gani Nena Wea: 5 Dewas BPJS Pilihan Komisi IX Tidak Wakili Organisasi Buruh, Kami Merasa Dipecundangi

JUMAT, 22 JANUARI 2016 | 09:02 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Lima Dewan Pengawas (Dewas) BPJS Kesehatan yang dipilih Komisi IX DPRmembuat geram perwakilan bu­ruh. Kelima nama yang disepakati dalam rapat internal Komisi IX DPR kemarin, berpotensi memecah belah persatuan buruh.

"Calon-calon yang diusung dari dua organisasi buruh, justru hanya dipilih dari satu unsur organisasi saja. Keputusan ini bisa memecah belah soliditas buruh yang berharap perwaki­lannya masuk dalam jajaran dewan pengawas," ujar Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Proses pemilihan yang dilaku­kan dengan cara musyawarah dan mufakat tersebut menetap­kan La Tunreng dan Misbahul Munir sebagai calon Dewas dari unsur pemberi kerja, Michael Johannis Latuwael dan Roni Febrianto sebagai calon Dewas dari unsur pekerja, dan Karun yang berasal dari unsur tokoh masyarakat. Kenapa KSPSI menyatakan penolakan, berikut wawancara selengkapnya :


Kenapa Anda kecewa den­gan proses pemilihan Dewan Pengawas BPJS yang dilaku­kan Komisi IX DPR?
Kami menganggap lima ang­gota Dewan Pengawas BPJS yang baru saja dipilih oleh DPRberpotensi memecah belah so­liditas kaum buruh.

Apa hubungannya antara Dewas BPJS dengan soliditas buruh?
Proses seleksi terhadap Dewan Pengawas BPJS Kesehatan itu ter­diri dari tiga unsur, yakni pekerja, pemberi kerja atau pengusaha dan tokoh masyarakat. Nah dari unsur pekerja ini, kami dari organisasi serikat buruh sudah mengirim­kan perwakilan. Saya sendiri punya calon yang dijagokan dari KSPSI. Sementara ada calon juga yang mewakili Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) pimpinan Said Iqbal.

Karena sudah ada dua unsur organisasi buruh, maka saya dan Said Iqbal sudah buat kesepaka­tan, agar nantinya dewan penga­was yang dipilih mewakili dua kubu. Hal ini pun sudah kami sampaikan pada dewan. Tapi nyatanya, 2 anggota dewan pen­gawas yang dipilih itu berasal dari satu organisasi buruh, bukan mewakili setiap organisasi.

Bukankah yang jadi per­timbangan DPR lebih kepada kualitas, bukan unsur organ­isasi buruhnya?
Iya kami tahu itu. Tapi kami dari unsur buruh juga tidak sem­barangan dalam mengirim nama untuk ikut seleksi. Buktinya, calon kami lolos seleksi dan masuk da­lam 10 nama untuk mengikuti fit and proper test di DPR.

DPR harusnya sadar akan timbul saling curiga antara Saya dan Said Iqbal yang tentu akan mengakibatkan perpecahan gerakan buruh dari 2 organisasi buruh terbesar di Tanah Air. Para anggota saya merasa apakah ada sebuah desain besar untuk menghancurkan persatuan buruh yang saat ini sangat solid.

Dalam pemilihan tersebut, Komisi IX DPR memilih musyawarah mufakat, bukan votingseperti yang umum dilakukan Dewan. Tanggapan Anda?

Sebelum diambil keputusan oleh Komisi IX DPR, saya sudah mengingatkan beberapa pimpinan komisi dan fraksi akan dampak yang terjadi kalau sam­pai salah mengambil keputusan. Tapi yang terjadi, ternyata ada kekuatan lobi dan kongkalikong lebih kuat dari suara Buruh .

Masalahnya, DPR sudah menentukan sikapnya dengan memilih 5 orang Dewas BPJS untuk disetor pada Presiden?
Jujur saya terkejut dengan keputusan Komisi IX DPR terse­but. Padahal selama ini, banyak sekali harapan dari buruh yang tergabung dalam organisasi kami akan perwakilan mereka masuk dalam unsur dewan pengawas. Apalagi, BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan ini nantin­ya paling banyak mengurusi masalah buruh. Idealnya per­wakilan kami ada di situ. Kami kecewa, harapan besar kami telah dipecundangi oleh DPR.

Sebagai Presiden KSPSI, apa langkah Anda ke depannya?
Yang pertama saya segera melakukan konsolidasi ke se­mua tingkatan pengurus KSPSI, bahkan sampai tingkatan pabrik untuk segera mengambil lang­kah cepat merespons keputusan Komisi IX DPR itu. Saya sudah kehilangan respect terhadap beberapa sahabat saya di Komisi IX DPR yang tidak peduli den­gan situasi gejolak yang akan terjadi di gerakan buruh. Dan saya tidak akan lagi melakukan lobi-lobi terhadap Komisi IX DPR karena lebih baik saya merespons situasi ini dengan cara kami.

Berarti Anda akan gelar aksi demonstrasi?

Yang pasti kami akan nya­takan sikap dulu bahwa kami menolak keputusan tersebut. Bahkan sikap kami ini juga akan didukung oleh Said Iqbal. ***

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Direksi BUMN Butuh Kepastian Hukum, Bukan Kekebalan

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:59

Menkop dan Wantimpres Rocky Gerung Hadiri Pra Kongres Syarikat Islam ke-42

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:50

Kakak Kandung Ridwan Kamil Dicecar KPK soal Kasus Korupsi bjb

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:46

IHSG Menguat 1,36 Persen, Rupiah Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38

Legislator PDIP Ungkap Sejumlah Isu yang Dibahas dalam Revisi UU Pemilu

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:21

BOP Pantura Bentukan Prabowo untuk Jaga Kawasan Pesisir

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:04

Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Disalahgunakan

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:56

Warek Unsoed Dicecar KPK soal Mekanisme PMB Jalur Mandiri

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:37

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah jadi Kunci

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:35

GWS Dorong UMKM jadi Ruang Perempuan Perkuat Peran Ekonomi

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:25

Selengkapnya