Berita

Yacoba Lokbere

Nusantara

Menkes Nila Tidak Bisa Cuek Atas Kematian 66 Anak-anak Papua

KAMIS, 21 JANUARI 2016 | 08:17 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Djuwita F Moeloek diminta proaktif menanggulangi kematian 66 orang anak berusia di bawah 10 tahun, di Kabupaten Nduga, Propinsi Papua. Hingga kini penyebab belum diketahui dan belum ada pencegahan.

"Kalau Presiden Jokowi saja mau mengunjungi Kabupaten Nduga, maka Menteri Kesehatan dan aparat di bawahnya semestinya lebih aktif," kata Ketua Komisi V DPR Papua (DPRP), Yacoba Lokbere di Jakarta, Kamis (21/1).

Dari informasi resmi, sudah 54 orang anak di bawah 10 tahun yang meninggal. Namun dari informasi yang diperoleh Yacoba, per 17 Januari 2016, di dua distrik yang berbatasan dengan Kabupaten Jayawijaya, yaitu Distrik Nanggo dan Trikora, 12 orang lagi yang meninggal.


Kejadian sudah berlangsung sejak lama, tetapi Dinas Kesehatan Provinsi Papua, baru Rabu (20/1) terjun ke lokasi. Alasan Dinas Kesehatan Pemda Kabupaten Nduga dan Propinsi Papua, mereka tidak didukung dana.

Dari Kepala Dinas Kesehatan Papua drg Aloysius Giyai, Yacoba memperoleh informasi, pada tanggal 12 Desember 2015 Dinas Kesehatan Papua sesungguhnya sudah menulis surat kepada Menteri Kesehatan, agar dibantu membasmi dan menanggulangi penyakit aneh tersebut. Tetapi hingga kini belum ada tanggapan.

Selain kecewa pada Menkes yang tidak tanggap, Yacoba juga menyesalkan pernyataan Bupati Nduga Yairus Gwijangge, yang menyatakan wabah yang melanda Kabupaten Nduga adalah penyakit kutukan.

"Mosok seorang Bupati bilang penyakit kutukan terhadap wabah penyakit yang diderita masyarakatnya sendiri. Ucapan Bupati Yairus Gwijangge sunguh tidak bermoral, omongan itu harus dicabut," kata Yacoba dengan nada heran.

Menurutnya, Bupati dan aparat seharusnya proaktif, sebab Pemprov Papua sudah memberi bantuan Rp 1 miliar. "Bupati seharusnya menggunakan dana itu dulu dengan baik, jangan menyebut wabah sebagai penyakit kutuhan," ujar Yacoba, yang juga berasal dari Nduga.

Dari informasi yang dikumpulkan Yacoba dari masyarakat, wabah dimulai dengan kematian binatang-binatang melata, kemudian diikuti kematian ternak ayam dan babi. Tidak lama kemudian, anak-anak di bawah 10 tahun banyak yang meninggal.

Masyarakat kecewa, karena meskipun sudah dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), namun aktivitas para petugas kesehatan bukan seperti suasana KLB. Tim Kesehatan Polda Papua justru lebih aktif dari Kementerian Kesehatan.

"Komentar Menteri Kesehatan pun sangat menyakitkan. Katanya penyakit itu terjadi karena masyarakat tidur dengan babi. Kalau kesimpulan Menkes memang begitu, mengapa tidak sejak dulu Nduga tidak dilanda wabah?" tandas Yacoba seperti dlam rilis Relawan BaraJP. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya