Berita

Presiden Jokowi:net

Jokowi Makin Top

Ranking 4 Pemimpin Dunia Yang Disukai
RABU, 20 JANUARI 2016 | 09:12 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Publik di Tanah Air patut bangga punya Presiden Jokowi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Burson-Marsteller, mantan Wali Kota Solo itu berada di posisi empat pemimpin dunia yang paling banyak disukai di media sosial. Pak Jokowi makin top deh...

Penelitian digelar awal Januari ini. Burson-Marsteller, yang merupakan firma kehumasan dan komunikasi global ini melibatkan 87 presiden, 82 perdana menteri dan 51 menteri luar negeri dunia yang menggunakan akun media sosial (medsos) Facebook. Penelitian ini didasarkan fakta, sebanyak 90 persen pemerintah dunia punya akun resmi Facebook sebagai media komunikasi dengan rakyatnya.

Hasilnya, Presiden Amerika Serikat Barack Obama duduk di peringkat pertama. Saat diteliti, akun Facebook resmi Obama disukai oleh 46,4 juta orang. Dalam setengah bulan, jumlah yang memberikan jempol di Facebook bertambah menjadi 46,6 juta orang. Akun Obama tidak hanya disukai publik di AS, tapi juga menyebar ke seluruh dunia, termasuk di Indonesia.


Posisi kedua diduduki Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi. Modi punya dua akun Facebook, yaitu akun pribadi dan akun PM India. Saat diteliti, jumlah yang menyukai akun pribadi Modi sebanyak 31,7 juta dan akun PM India sebanyak 10,1 juta. Kemarin, jumlah orang yang memberikan tanda jempol di akun pribadi Modi bertambah menjadi 31,9 juta.

Peringkat ketiga dipegang Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Saat diteliti, jumlah tanda jempol di akunnya baru 7,9 juta. Nah, kemarin, jumlahnya sudah bertambah 100 ribu menjadi 8 juta. Presiden Jokowi duduk di peringkat empat. Akun Facebook Jokowi diberi tanda jempol oleh 6 juta pengguna Facebook. Posisi Presiden Jokowi berada di atas Presiden Mesir Abdel Fatah El-Sisi yang berada di peringkat lima dengan 5 juta jempol.

Jika diukur hanya di Asia, Presiden Jokowi duduk di peringat dua di bawah PM Narendra Modi. Setelah Jokowi ada Presiden Filipina Noynoy Aquino dan Presiden India Pranab Punjabi.

Pihak Burson-Marsteller memahami, tingginya publik yang menyukai akun resmi pada pemimpin dunia itu memang dipengaruhi jumlah penduduk dan luas negara masing-masing. Tapi, karena Facebook sudah menyebar amat luas sehingga bisa jadi ukuran untuk mengetahui kesukaan publik.

"Banyak manfaat yang dapat dipelajari oleh korporasi, NGO dan sektor-sektor lainnya dari cara pemerintah dan para pemimpinnya menggunakan Facebook. Dengan menunjukkan sisi kemanusiaannya, mereka menciptakan hubungan yang lebih dekat dengan rakyatnya," ujar CEO Burson-Marsteller, Donald A Baer.

Di Facebook, Jokowi aktif berkomunikasi dengan warga. Selain memaparkan program kerja, dia juga sering mengunggah foto kegiatan atau keindahan Indonesia. Pernyataan terakhir Jokowi di Facebook dibuat Minggu kemarin (17/1) tentang hari bebas kendaraan bermotor (Car Free Day) yang tetap ramai pasca teror bom Thamrin.

Selain di Facebook, Jokowi juga aktif di Twitter. Pengikutnya juga cukup banyak. Sampai tadi malam, jumlahnya mencapai 4,24 juta orang. Jokowi juga cukup rajin nge-tweet. Kemarin, Jokowi nge-tweet perintah antisipasi kepada aparat pemerintah soal bencana asap. Soalnya, titik api sudah kembali muncul.

Politisi muda PDIP Charles Honoris bangga Presiden Jokowi masuk peringkat empat pemimpin dunia yang paling disukai di medsos. Ini menunjukkan pilihan PDIP tidak salah. "Saya sangat mengapresiasi. Ini artinya kinerja Presiden Jokowi dinilai positif oleh rakyat. Penelitian itu juga memperlihatkan Jokowi adalah pemimpin kelas dunia," ucap anggota Komisi I DPR ini, tadi malam.

Menurut Charles, hasil penelitian ini semakin meneguhkan dukungan publik untuk Jokowi. Soalnya, kerja nyata untuk memajukan Indonesia sangat besar. Untuk melakukannya, kadang Jokowi harus melakukan hal-hal tidak populer, misalnya mengalihkan subsidi konsumtif ke program pembangunan infrastruktur. ***

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya