Berita

foto :net

Bisnis

Pipa Gas Open Access PGN Terbanyak dan Terpanjang di RI

RABU, 20 JANUARI 2016 | 08:52 WIB | LAPORAN:

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) hingga akhir tahun lalu sudah membangun dan mengoperasikan lebih dari 6.470 kilometer (km) pipa gas bumi. Sebagian besar pipa yang dibangun statusnya open access alias dapat dimanfaatkan bersama.

"Dari 6.470 km pipa gas yang dibangun dan dioperasikan PGN, sekitar 2.400 km merupakan pipa open access yang bisa dimanfaatkan bersama," kata Head of Corporate Communication PGN, Irwan Andri Atmanto dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Rabu (20/1).

Irwan mengatakan, sisanya lebih dari 4.000 km merupakan pipa distribusi yang memasok gas bumi langsung ke konsumen, seperti ke rumah tangga, industri, komersial (pusat belanja, hotel, rumah sakit), Usaha Kecil Menengah (UKM), hingga pembangkit listrik.


Ini sekaligus menanggapi keluhan Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumatera Utara, Ng Pinpin bahwa harga gas di daerahnya masih sangat mahal karena PGN enggan menerapkan open access. (buka link: Pengusaha Tagih PNG Buka Pipa )

Irwan menambahkan, dengan jumlah pipa sepanjang 2.400 km yang dimiliki berstatus open access, PGN merupakan perusahaan yang sudah meng-open access-kan pipanya paling panjang dibanding perusahaan gas yang ada di Indonesia.

"Belum ada perusahaan di Indonesia yang memiliki pipa gas open access sepanjang yang dimiliki PGN. Apalagi 6.470 km lebih pipa yang dibangun dan dioperasikan PGN saat ini, merupakan 76 persen dari seluruh pipa gas bumi di Indonesia," terang Irwan.

Berikut rincian pipa PGN yang tersebar di berbagai daerah:

· Wilayah Distribusi Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Lampung, Palembang: 2.707 km
· Wilayah Distribusi Jawa Timur dan Tengah: 785 km
· Wilayah Distribusi Sumatera Utara, Kepulauan Riau dan Riau: 761 km
· Transmisi Grissik - Duri: 536 km
· Transmisi Grissik - Batam - Singapura : 470 km
· Transmisi South Sumatera West Java (SSWJ) : 1.004 km

- Pipa Kalija I : 207 km

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Kampus Demokrasi Obama

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:54

Presiden Prabowo Kemudikan Kapal Indonesia Menuju Ekonomi Pancasila

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:36

Merekonstruksi Ulang Konsolidasi Kebangsaan

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:18

Keberadaan DSI Perlu Dievaluasi Ulang dalam Tata Niaga Sawit

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:59

Usaha Jufriyah Terus Keruk Cuan Bersama BRI

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:34

Perdamaian AS-Iran Tanpa Israel

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:16

Turnamen Tenis Meja Masduki Cup 2026 Mengukir Asa Menuju Pentas Dunia

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:55

BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Berbagai Solusi Finansial

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:35

Koperasi Menjaga Keseimbangan

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:15

Gaya Hidup Sehat dan Kebersamaan Harus jadi Kebutuhan

Selasa, 23 Juni 2026 | 02:55

Selengkapnya