Berita

Bisnis

Turki Ajak Kerja Sama Industri Pertahanan, Menperin Ajukan Dua Syarat

SENIN, 18 JANUARI 2016 | 17:26 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pemerintah Turki harus melibatkan industri pertahanan dalam negeri Indonesia. Selain itu, Turki juga diminta membagun riset dan pengembangan atau research and development bersama.

Permintaan tersebut disampaikan Menteri Perindustrian Saleh Husin terkait rencana Pemerintah Turki yang ingin meningkatkan kerja sama industri pertahanan dan alat persenjataan dengan Indonesia.

Saat menerima kunjungan delegasi Pemerintah Turki di Jakarta, (Senin, 18/1), Menteri Perindustrian Saleh Husin mengaku menyabut baik rencana Turki tersebut. Namun, dengan dua syarat di atas. "Mereka, harus membuktikan keseriusan dengan dua langkah konkret itu karena hal ini menyangkut kepentingan nasional," tegas Menperin.


Pertimbangannya, kerja sama internasional dapat memacu industri pertahanan nasional yang telah ada dan mendongkrak penggunaan komponen lokal. Aktivitas riset dan pengembangan juga menunjukkan visi kerja sama berorientasi jangka panjang. Selain itu mendorong transfer teknologi dan produksi bersama sesuai kebutuhan militer Indonesia.

"Sudah beberapa negara yang bekerja sama dengan industri pertahanan seperti Pindad, LEN dan PT PAL, itu menunjukkan kemampuan kita. Turki tahu itu dan mereka kini merapat ke Indonesia, syaratnya mereka harus punya konsep yang menguntungkan Indonesia," jelas Menteri Saleh.

Pindad misalnya, menggandeng perusahaan sistem persenjataan asal Belgia, CMI Defense dan pabrikan misil Swedia, SAAB Dynamics AB. Sedangkan untuk perawatan dan modifikasi peralatan TNI, BUMN asal Bandung bekerja sama dengan RLS dari Jerman.

Sementara, PT PAL Indonesia melakukan produksi bersama (joint venture) dengan galangan kapal Belanda, Damen Schelde Naval Shipbuilding dalam Proyek Kapal Perusak Kawal Rudal (PKR).

Selain bekerja sama industri dalam negeri, Menperin juga mendorong riset serta pengembangan melibatkan Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi, Kementerian BUMN dan Kementerian Pertahanan.   

Sahin Uruc, perwakilan Pemerintah Turki mengatakan, pihaknya menempatkan Indonesia sebagai negara yang penting dalam kemitraan industri pertahanan. "Kami memang ingin menjadikan Indonesia sebagai partner di Asia Tenggara, berjangka panjang dan pada pelaksanaannya melibatkan industri domestik," katanya.

Anggota NATO ini mengembangkan industri pertahanan melalui Aselsan yang berada di bawah naungan Turkish Armed Forces Foundation. Berusia 40 tahun, Aselsan menjalankan industri mikro-elektronik, optik, transportasi, energi, radar, sistem satelit, persenjataan kapal perang hingga rudal.

"Di Indonesia, Aselsan bekerja sama dengan LEN Industri mengembangkan sistem mikro-elektronik selama 4 tahun dan kami ingin memperluas di bidang lainnya. Kami berharap dukungan dan arahan Menteri Perindustrian untuk langkah ke depan," ujar Country Manager Aselsan for Business and Market Development Asia Pacific, Kagan Menekse.

Aselsan juga menjalin kerja sama dengan Pindad dalam produksi dan pengembangan jenis senjata senapan serbu dan dengan TNI Angkatan Darat berupa penyediaan radio komunikasi tempur.

Kerja sama internasional yang telah dilakukan Aselsan antara lain dengan Kazakstan, Azerbaijan, Yordania, Uni Emirat Arab dan Afrika Selatan. Aktivitas riset perusahaan dilakukan bersama lebih dari 25 universitas dan melibatkan 2.395 insinyur.

Nilai penjualan pada 2014 mencapai USD 1,03 miliar, meningkat dibanding tahun sebelumnya yang sebesar USD 959 juta. Produk Aselsan telah diekspor ke 48 negara senilai USD 211 atau 22 persen dari total penjualan. [zul]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

KPK Panggil 13 Saksi Kasus Mantan Wamen Imipas Silmy Karim

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:22

Gugatan PT KSS, Ahli Nilai Keputusan Kemenhub Timbulkan Konsekuensi Hukum

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:21

Mengenal Taufik Hidayat, Lelaki Paling Kejam Abad Ini

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:12

Laporan HAM PBB Sebut Israel Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01

Jakarta 499 Tahun: Birokrasi Modern Belum Cukup Tanpa Perspektif HAM.

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:00

BKKBN: 8,1 Juta Keluarga di Indonesia Berisiko Stunting

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:41

Kisah Mantri Perempuan BRI Tempuh Pegunungan Toraja untuk Layani Nasabah di Wilayah 3T

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29

Konbes–Munas NU Ploso Diwarnai Aksi Intimidasi dan Motif Kepentingan Pribadi

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:28

Prabowo Dianugerahi Lencana Emas Adi Bakti Tani-Nelayan Maha Utama

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:24

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Bupati Muara Enim Edison

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:18

Selengkapnya