Berita

foto: net

Kejagung Diminta Usut Dugaan Konspirasi Jahat Tim Pansel Ombudsman

KAMIS, 14 JANUARI 2016 | 23:53 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Massa demonstran menggeruduk gedung Kejaksaan Agung di Jakarta, Kamis (14/1) meminta Kejaksaan Agung HM. Prasetyo untuk mengusut pemufakatan jahat ‎yang diduga dilakukan oknum anggota Tim Pansel Calon Komisoner Ombudsman.

Dugaan pemufakatan jahat ‎yakni memasukan beberapa nama yang mempunyai hubungan erat dengan oknum Tim Pansel, yang terungkap dalam pembicaraan grup chating Whatsapp.

"‎Ada konspirasi yang diduga dilakukan dalam meloloskan nama calon Komisoner Ombudsman. Kami menolak nama-nama dari Pansel Ombudsman itu. Kami inginkan keadilan," kata Koordinator Aksi dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Jakarta Raya, ‎Arief Wicaksana saat berorasi.


Menurut mereka, beberapa nama calon pimpinan Ombudsman yang telah dipilih oleh Tim Pansel tidak memenuhi syarat seperti lulusan S1 yang baru beberapa tahun.

"‎Pansel juga harus dibubarkan, memilih kembali Pansel yang lebih independen," jelasnya.

Karena itu, kata Arief, pihaknya meminta Jaksa Agung untuk mengusut dugaan pemufakatan jahat atau konspirasi yang terjadi dalam pemilihan Komisioner Ombudsman.

"Menuntut Jaksa Agung untuk mengusut dugaan ini, ini ada sarat kepentingan. Kami minta Kejagung menindaklanjuti kritisan dari kami," tegasnya.

Selain itu, lanjut Arief, pihaknya juga meminta Presiden Joko Widodo untuk membubarkan Tim Pansel Ombudsman dan memilih kembali tim dengan orang-orang yang independen.

"Tim Pansel Ombudsman bedasarkan Keppers itu tidak independen, buktinya, banyak orang-prang yang dipilih untuk kepentingan pribadinya. Ombudman harus memiliki pimpinan yang independen agar menjaga wibawa ombudsman sebagai lembaga negara," tutupnya.

Di akhir aksinya perwakilan HMI cabang Jakarta Raya diterima petugas Kejaksaan Agung. Lalu perwakilan memperlihatkan beberapa dokumen‎ sebagai bukti adanya dugaan pemufakatan jahat dalam pemilihan calon komisioner Ombudsman oleh tim pansel.

Diketahui, Pansel Ombudsman dibentuk berdasarkan Keppres 62/P/2015 tanggal 27 Juli 2015,‎ yang terdiri dari Agus Dwiyanto sebagai Ketua, Eko Prasojo sebagai wakil, David Tobing sebagai anggota, Agus Pambagio sebagai anggota, Masdar Farid Masudi sebagai anggota, Zumrotin K Soesilo sebagai anggota dan Anis Hidayat sebagai anggota.

Sementara 18 nama calon Komisioner Ombudsma yang telah dipilih Tim Pansel dan telah diserahkan ke Presiden Joko Widodo dan DPR adalah; Adhar Hakim; Adrianus Eliasta Meliala; Ahmad Alamsyah Saragih; Ahmad Su'adi; Alvin Lie Ling Piao; Amzulian Rifai; Anung Didik Budi Karyadi; Dadan Suparjo; Suharmawijaya; Djuni Thamrin; Gunarto; Helda Ritta Tirajoh; Hendra Nurtjahjo; Idham Ibty; Laode Ida; Lely Pelitasari Soebekty; Ninik Rahayu; Rohani Budi Prihatin; dan Sudarto. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya