Berita

masinton pasaribu/net

Politik

PDIP Menyadari Ada Segelintir Kader Yang Mengidap Kerusakan Mental

KAMIS, 14 JANUARI 2016 | 05:51 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Politisi muda PDIP Masinton Pasaribu mengatakan partinya menyadari bahwa masih ada segelintir kader PDIP yang mengidap kerusakan mental.

"Kami menyadari sepenuhnya bhw masih ada segelintir kecil kader yg mengidap #KerusakanMental dan Partai sedang membenahinya," sebut anggota Komisi III DPR ini lewat akun twitter miliknya @Masinton, Kamis (14/1).

Masinton menjelaskan, kader yang menyalahgunakan jabatan untuk memperkaya diri adalah kategori pelanggaran berat, dan sanksinya adalah pemecatan.


Menurutnya, PDIP tidak akan melakukan pendampingan maupun pembelaan terhadap kader yang melakukan pelanggaran berat tersebut.

"Menyalahgunakan jabatan utk memperkaya diri adalah tindakan pribadi dan dilarang keras oleh Partai. Kader Partai WAJIB MEMBERIKAN KETELADANAN, bukan sebaliknya. Yg melanggar diberikan sanksi tegas," imbuhnya.

Masinton menambahkan, Presiden Pertama RI Soekarno, Presiden Kelima RI sekaligus Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputi dan Presiden RI Joko Widodo telah memberikan keteladanan bagi kader partai, bahwa tidak boleh menyalahgunakan jabatan untuk memperkaya diri.

"Program Revolusi Mental adlh ikhtiar luhur kami utk menihilkan #KerusakanMental yg menjangkiti segelintir kader dan masyarakat," tukas dia dalam ciutannya yang selalu diakhiri dengan hashtag #KerusakanMental.

Tadi malam, publik dihebohkan dengan kabar penangkapan tangan KPK terhadap anggota DPR yang diduga berinisial DWP. DWP disebut-sebut adalah anggota Komisi V DPR dari Fraksi PDIP. Legislator dari partai penguasa ini diduga ditangkap terkait tindak pidana korupsi dalam hal pembangunan jalan Kementerian PU di wilayah Indonesia bagian Timur.

Saat ini DWP bersama salah seorang laki-laki yang diduga sopirnya sedang diperiksa intensif di gedung KPK. Selain meraka, tim KPK juga mengamankan mobil mewah Alphard warna hitam, dengan nomor polisi B 5 DWP lengkap dengan logo DPR. Mobil ini diduga kaut adalah milik sang anggota dewan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi dan penjelasan resmi dari pihak KPK terkait OTT tersebut. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya