Berita

foto: net

Politik

DPR PDIP Ditangkap KPK, Dimana Revolusi Mental?

KAMIS, 14 JANUARI 2016 | 05:30 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Publik menyambut baik pemberitaan yang menyebutkan Anggota DPR dari Fraksi PDIP berinisial DWP ditangkap KPK terkait dugaan tindak pidana korupsi, Rabu malam (13/1).

Direktur Gandhi Sentra Politik (Gaspol) Indonesia, Virgandhi Prayudantoro mengatakan pimpinan baru KPK (Agus Rahardjo Dkk) telah menunjukkan taringnya dengan menangkap anggota dewan. Ini merupakan tangkapan pertama mereka sekaligus tangkapan perdana pada tahun 2016.

Ia mengungkapkan dengan ditangkapnya Legislator PDIP oleh KPK menjadi pukulan telak untuk partai berlambang banteng itu, karena terbukti Revolusi Mental yang didengung-dengungkan hanya isapan jempol belaka.


"Dimana Revolusi Mental yang mereka wacanakan?" kata Virgandhi dalam keterangannya kepada redaksi, Kamis (14/1).

Ia menambahkan, semua pihak harus mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh KPK ini. Karena hal itu akan memberikan dampak positif untuk Agus Rahardjo Dkk yang sebelumnya 'disepelekan' akan bisa menyingkap koruptor seperti pendahulu mereka.

"Kita pun berharap Presiden Jokowi bisa tegas memberikan jaminan kepada KPK agar bisa membongkar kasus ini sampai tuntas walaupun yang terlibat kasus ini adalah salah satu anggota dari partai pengusungnya sendiri," tukas Virgandhi.

Seperti diberitakan, Anggota DPR dari Fraksi PDIP berinisial DWP dikabarkan ditangkap KPK terkait dugaan tindak pidana korupsi. DWP dicokok dalam operasi tangkap tangan (OTT), di Jakarta, Rabu malam (13/1), sekitar pukul 20.00 Wib. Legislator dari daerah pemilihan Jawa Tengah IX ini diduga ditangkap terkait pembangunan jalan Kementerian PU di wilayah Indonesia bagian Timur.

Saat ini DWP bersama salah seorang laki-laki yang diduga sopirnya sedang diperiksa intensif di gedung KPK. Selain meraka, tim KPK juga mengamankan mobil mewah Alphard warna hitam, dengan nomor polisi B 5 DWP lengkap dengan logo DPR. Mobil ini diduga kaut adalah milik sang anggota dewan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi dan penjelasan resmi dari pihak KPK terkait OTT tersebut. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya