Berita

foto: net

Kecelakaan Motor Selama Libur Natal Dan Tahun Baru Jadi Perhatian DPR

UU LLAJ Harus Direvisi
KAMIS, 14 JANUARI 2016 | 01:32 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Komisi V DPR RI menyoroti tingginya angka kecelakaan lalu lintas selama musim libur Natal dan tahun baru 2016. 66 persen kecelakaan lalu lintas tersebut melibatkan sepeda motor.

"Menurut data Kakorlantas, korban meninggal dunia mencapai 356 orang dalam waktu 11 hari. Yang memprihatinkan, dari 1.534 kecelakaan, 1525 melibatkan sepeda motor," kata Wakil Ketua Komisi V Yudi Widiana Adia di Jakarta, Rabu (13/1).

Tingginya angka kecelakaan yang melibatkan motor mendorong Komisi V untuk segera membahas revisi UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya (LLAJ) bersama pemerintah. Menurut Yudi, persoalan sepeda motor khususnya sebagai moda transportasi perlu diatur lebih detail.


"Perlu kebijakan dan strategi khusus untuk mengatasinya, termasuk pengaturan soal motor sebagai transportasi publik sebagaimana yang diinginkan presiden. Jangan sampai melanggar UU LLAJ yang ada saat ini," kata Yudi.

Selain kecelakaan, kemacetan parah selama musim libur Natal juga menjadi fokus pembahasan Komisi V ke depan. Komisi yang membidangi trasnsportasi ini meminta forum lalu lintas yang beranggotakan berbagai instasi terkait diaktifkan kembali untuk memudahkan koordinasi dalam penanganan berbagai persoalan lalu lintas.

"Kejadian macet parah kemarin tidak boleh terulang lagi, antisipasi dan koordinasi antar instansi harus lebih intensif. Selain minimnya koordinasi, kemacetan kemarin juga diakibatkan kondisi infrastruktur yang kurang siap, oleh karena itu kami mendorong agar pembangunan tol-tol baru bisa dipercepat," kata Yudi.

Ia mendesak agar jaringan jalan tol Jabodetabek yang terintegrasi di Jakarta dan sekitarnya ini bisa selesai akhir 2019 untuk mengurangi kemacetan.

"Beban terberat ruas tol di Jakarta saat ini ada di Jalur Lingkar Luar Jakarta (JLJ). Pembangunan jaringan jalan tol yang baru harus segera diselesaikan pada 2019 sehingga bisa mengurangi kemacetan," tukas Yudi. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya