Berita

KPPU

Hadapi MEA, Senator Dukung Penguatan KPPU

RABU, 13 JANUARI 2016 | 03:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI mendukung penguatan kelembagaan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dalam menghadapi ketatnya persaingan dunia usaha di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Dukungan itu disampaikan langsung Ketua DPD Irman Gusman usai menggelar pertemuan dengan Komisioner KPPU di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (12/1). Ketua KPPU Syarkawi Rauf bersama dengan delapan komisioner lainnya mendatangi DPD untuk meminta dukungan terkait upaya penguatan lembaga yang saat ini tengah diperjuangkan oleh KPPU.

Dalam audiensi yang juga dihadiri Pimpinan Komite II DPD RI, Parlindungan Purba dan Anna Latuconsina, KPPU menyampaikan keinginan untuk memperkuat aspek kelembagaannya melalui revisi UU 5/1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.


Syarkawi Rauf mengatakan, dengan adanya perubahan tersebut, KPPU diharapkan memiliki kewenangan untuk menjaga tingkat kompetisi yang wajar dan tidak menimbulkan distorsi pasar yang melemahkan efisiensi dan perekonomian.

Tanpa revisi, Syarkawi khawatir KPPU akan menghadapi kesulitan menjangkau transaksi lintas negara yang mungkin terjadi pada rezim MEA. Saat era perdagangan bebas Asia Tenggara itu berlaku.

"KPPU merupakan instrumen yang diperlukan negara ini untuk menghidupkan pelaku usaha dalam rangka menghadapi era MEA, salah satunya untuk membendung kartel yang ke depan akan semakin besar kemungkinan terjadi di era itu," ujar Syarkawi.

Lebih lanjut Syarkawi mengatakan, KPPU juga akan berharap dapat bekerjasama dengan DPD untuk melakukan sosialisasi di daerah dalam rangka upaya pencegahan perilaku korupsi dan persaingan usaha yang tidak sehat.

"Penindakan hanya salah satu upaya yang bisa dilakukan. KPPU juga bisa mengedepankan pencegahan. Dan menurut, fungsi pencegahan dan sosialisasi menjadi program penting ke depan. Di satu sisi, KPPU bisa menggandeng para pemangku kepentingan agar terhindar dari tuduhan monopoli atau persaingan usaha tidak sehat," tambahnya.

Untuk itu, KPPU menyambut baik dukungan dari Senator yang akan melakukan MoU terkait langkah sosialisasi pencegahan persaingan usaha yang tidak sehat yang akan dilakukan dimasa mendatang.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPD Irman Gusman mengatakan institusi yang lahir di era reformasi itu diperlukan peranannya dengan harapan dapat menekan praktik yang tidak sehat dalam persaingan usaha sehingga dapat menimbulkan kerugian negara.

"Terlebih di era MEA dimana kita harus meningkatkan daya saing, jangan sampai tiba-tiba kita kalah hanya karena tindakan tidak terpuji daripada para pelaku usaha," kata Irman.

Irman menambahkan, DPD mendukung penuh penguatan lembaga KPPU yang saat ini tengah dibahas di DPR. Komite II DPD akan menindaklanjuti bersama KPPU bagaimana supaya terjadi persaingan usaha yang sehat, iklim usaha bagus dan investasai jadi lebih bergairah karena semua orang memiliki peluang yang sama. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya