Berita

foto: net

Jangan Didiamkan, "Japrem" Di Freeport Harus Disikat

SELASA, 12 JANUARI 2016 | 03:55 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Mencuatnya kasus "papa minta saham" PT. Freeport Indonesia yang membuat ramai ruang publik harus berujung, tidak bisa didiamkan begitu saja.

Presidium Front Revolusi Selamatkan Kekayaan Bangsa (Foros)-Bangsa, Rakhmat Abril Kholis mengatakan harus diusut tuntas siapapun yang menjual kekayaan bangsa untuk kepentingan kelompoknya. Selain itu, penting untuk memastikan dan mengawal Freeport Indonesia agar tidak menabrak batas keadilan yang ada.

"Anomali di tengah tarik ulur kasus Freeport ini, kondisi masyarakat di Papua tempat perusahaan ini berdiam hingga kini sangat jauh dari kesejahteraan. Inilah yang harus menjadi perhatian kita bersama, agar kekayaan itu memang sudah sepantasnya memberikan kesejaheraan untuk rakyat Indonesia," ungkapnya dalam rilisnya, Selasa (12/1).


Untuk itu, Foros-Bangsa mendesak Pemerintah agar bisa memastikan sumber daya alam yang dikelola oleh Freeport Indonesia harus dimanfaatkan secara adil bagi bangsa dan negara.

DPR juga didesak untuk membentuk Pansus Freeport untuk menyelidiki lebih mendalam agar Freeport bebas dari intervensi siapapun yang merugikan negara.

"Terakhir, penegak hukum harus mengusut tuntas "japrem" alias jatah preman di Freeport yang diduga dilakukan oleh orang perorang," demikian Rakhmat Abril Kholis. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya