Berita

Endre Saifoel/net

Legislator Nasdem: Sumur Baru Lapindo Jangan Menambah Beban Negara

SELASA, 12 JANUARI 2016 | 02:16 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Keinginan PT. Minarak Lapindo Brantas untuk melakukan pengeboran sumur minyak baru, di Desa Kedubanteng Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, ditentang Anggota Komisi VII DPR RI, Endre Saifoel.

Menurutnya, tindakan itu tidak peka terhadap psikologi masyarakat setempat yang masih trauma dengan tragedi lumpur akibat ulah perusahaan itu. Apalagi menurut Endre, konsesi pengeboran lahan yang dikantongi Lapindo cukup besar, dan mencakup berbagai wilayah lain. Sementara itu, lokasi rencana yang tengah dipersiapkan Lapindo saat ini terhitung sangat dekat dengan pemukiman penduduk, sehingga kembali memicu kekhawatiran akan terulangnya tragedi lumpur seperti 10 tahun lalu.

"Itu kebocoron sumur gas di Porong jangan sampai terulang kembali. Karena kemungkinan kebocoran tersebut bisa saja terjadi, apalagi lokasi rencana pengeboran saat ini masih dekat dengan lokasi bencana kebocoran sebelumnya," ungkap Legislator dari Sumatera Barat ini dalam rilisnya, Selasa (12/1).


Agar risiko tersebut tidak terulang lagi, pria yang akrab disapa Haji Wen ini berharap, perusahaan gas yang sahamnya dimiliki Aburizal Bakrie itu belajar dari kesalahan sebelumnya. Terlebih, menurutnya, insiden itu telah menguras anggaran negara dalam jumlah besar. Dana itu mengucur dalam upaya penanganan korban bencana lumpur, serta pemberian ganti rugi terhadap masyarakat yang terkena dampak luapan lumpur Lapindo.

"Hingga saat ini saja, APBN masih terbebani untuk menanggungnya. Janganlah ditambah lagi beban negara ini," ungkap Haji Wen.

Lebih lanjut, dia menyatakan bahwa rencana pengeboran ini akan menjadi salah satu topik dalam rapat Komisi VII mendatang.

"Dalam masa persidangan kali ini, kita di Komisi VII juga akan berencana membentuk Panja Lapindo untuk membahas persoalan Lapindo. Karena terkait persoalan rencana sumur bor baru Lapindo ini juga akan sangat menganggu masyarakat di sekitar sumur pengeboran," tukas Haji Wen. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya