Berita

hidayat nur wahid

Pimpinan MPR: Menuduh Teror Adalah Bagian Dari Terorisme

SELASA, 12 JANUARI 2016 | 00:50 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Tuduhan salah satu televisi swasta nasional terkait keterlibatan Ketua Umum Wahdah Islamiyah, Ustadz Zaitun Rasmin dalam gerakan terorisme, seperti yang ditayangkan pada Minggu (3/1), disayangkan berbagai tokoh nasional, termasuk Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid.

Menurut Hidayat media harusnya lebih hati-hati, jangan sampai menyampaikan pemberitaan yang salah. Apalagi menyebut seseorang menjadi bagian dari terorisme. Selain mencemarkan nama baik pribadi, tuduhan seperti itu juga mencemarkan nama baik organisasi yang dipimpinnya.

Karena itu kepada televisi yang membuat kesalahan tersebut, Hidayat berharap untuk segera melakukan koreksi dan meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan. Jangan sampai persoalan ini menjadi semakin luas. Karena sesungguhnya menuduh seseorang sebagai terorisme, apalagi tidak diikuti bukti-bukti merupakan tindakan terorisme.


Pernyataan itu disampaikan Hidayat pada acara jumpa pres yang dilaksanakan di Jakarta, Senin (11/1). Turut hadir pada acara tersebut, sejumlah tokoh nasional, seperti Ustadz Yusuf Mansyur, Ustadz Syafi'i Antonio, Ustadz Amirsyah Tambunan, Adhyaksa Dault, Iqbal Parewangi, serta pengaca Egi Sudjana.

Tindakan Ustadz Zaitun Rasmin melakukan somasi terhadap televisi tersebut menurut Hidayat merupakan langkah tepat. Karena somasi merupakan cara yang dibenarkan oleh hukum. Bukan melakukan pembalasan dengan cara-cara teroris.

"Mana coba yang lebih beradab, orang yang menfitnah, atau yang difitnah lalu melakukan somasi. Ini menjadi salah satu bukti bahwa Ustadz Zaitun bukan bagian dari terorisme," kata Hidayat menambahkan.

Tuduhan yang diterima Ustadz Zaitun Rasmin, kata Hidayat merupakan bagian dari terorisme terhadap umat Islam. Bahkan tuduhan tersebut sudah sering diterima umat Islam sejak masa Rasulullah. Karenanya, Hidayat mengapresiasi langkah menyampaikan somasi yang dilayangkan oleh Ustadz Zaitun Rasmin.

"Tujuannya agar kedepan tidak ada lagi fitnah-fitnah yang menghubungkan umat Islam dalam gerakan terorisme," kata Hidayat lagi dalam rilis Humas MPR. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya