Berita

Soal Gaduh, Jokowi Tak Masalah Asal Berani Lawan Mafia

MINGGU, 10 JANUARI 2016 | 15:34 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Presiden Joko Widodo menilai para menteri Kabinet Kerja masih memiliki banyak pekerjaan rumah. Oleh karena itu Jokowi akan turun langsung ke lapangan untuk memantaunya.

Demikian disampaikan seorang relawan Jokowi dari unsur Komunitas Alumni Perguruan Tinggi, Juanito Jamal usai pertemuan organisasi relawa dengan Presiden Jokowi, Kamis lalu (7/1) di Istana Negara, Jakarta.

Kata Juanito, Jokowi mencontohkan ada beberapa wilayah di Tanah Air infrastrukturnya belum memadai, bahkan ia menyebut infrastruktur utama seperti jalan dan listrik dalam lima tahun terakhir tidak ada perkembangan.


"Saya akan neninjau langsung ke lapangan, tidak hanya sekali, tapi beberapa kali agar semua hambatan bisa diselesaikan," kata Juanito mencontohkan perkataan Kepala Negara, Minggu (10/1).

Menurut Juanito, Jokowi pun tak menampik apabila ada hambatan birokrasi, untuk itu perlu terobosan dan dibutuhkan menteri yang punya nyali dan berani.

"Gaduh tidak masalah yang penting berani melawan mafia dan pemburu rente. Jangan buat gaduh tapi semata-mata untuk membela kroninya. Kegaduhan itu sendiri akan membuat rakyat bisa melihat nanti mana berpihak pada kepentingan apa," tegasnya.

Politisi PDI Perjuangan ini berharap dengan buku Nawacita yang sudah dibagikan kepada para menteri mampu menjadi acuan dalam bekerja lima tahun mendatang. "Yang penting menteri-menteri itu punya visi yang sama, Saya sebagai Presiden sudah membagikan buku saku Nawacita sebagai acuan," lanjutnya.

Tak hanya itu, Jokowi, lanjut Juanito, juga meminta kepada relawan untuk memonitoring para menteri apakah sejalan dengan Nawacita, karena menjalankan Nawacita tidak cukup degan menghafal tapi dengan menerapkannya dalam program-program kementeriannya.

"Menjalankan Nawacita harus dengan hati yang tulus, bebas kepentingan dan kuncinya adalah keberpihakan pada kepentingan rakyat banyak, yang tidak kalah pentingnya jangan mencuri," tukasnya. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya