Berita

megawati soekarnoputri/net

Politik

RAKERNAS PDIP

Megawati: Indonesia Raya Bisa Terwujud Dengan Pembangunan Semesta

MINGGU, 10 JANUARI 2016 | 14:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekaernoputri membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDIP 2016 di Hall D Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (10/1). Rakernas dengan tema 'Mewujudkan Trisaksi dengan Pembangunan Nasional Semesta Berencana' ini juga sekaligus memperingati HUT ke-43 PDIP.

Megawati bercerita, pemilihan langsung terjadi atas keputusan MPR saat itu, dan ketika dia menjabat sebagai Presiden RI Kelima.

Jelas dia, pemilihan langsung semestinya dipahami sebagai tatacara pemilihan untuk mendekatkan rakyat kepada calon pemimpinnya. Namun sayang sekali, praktek demokrasi oleh rakyat, dari rakyat, dan untuk rakyat ini, di dalam pelaksanaanya, direduksi menjadi sekedar pertarungan visi misi lima tahunan.


"Ganti orang, ganti visi misi. Ganti pemimpin, ganti pula visi misi. Saya sering berseloroh inilah, produk pemilihan langsung: "pemimpin visi misi" lima tahunan," kata Megawati.

Oleh karena itu, lanjut putri Bung Karno ini, sudah saatnya visi misi personal dan kedaerahan tersebut diubah dengan suatu konsep pembangunan nasional jangka panjang. Bahkan seharusnya, kita mampu merancang sampai seratus tahun ke depan. Rancangannya pun tidak boleh berganti hanya karena pergantian pemimpin.

Dan sudah saatnya bangsa ini memiliki sebuah haluan pembangunan nasional jangka panjang, sebuah rencana berupa pola pembangunan nasional di segala bidang kehidupan negara dan masyarakat; membangun serentak dalam bidang ekonomi, politik, sosial, pendidikan dan kebudayaan, juga yang tak kalah penting: bidang spiritual.

"Kesemuanya harus ada dalam satu integrasi dan sinergitas antar pulau, antar daerah, untuk menjadi Indonesia Raya," terang Megawati.

Megawati menambahkan, Indonesia Raya yang hanya bisa lahir dengan "overall planning" atau perencanaan menyeluruh, yakni suatu perencanaan yang tidak berdiri sendiri. Suatu perencanaan semesta yang tidak hanya diletakkan untuk lima tahunan masa jabatan eksekutif daerah maupun pusat. Pembangunan Semesta membutuhkan perencanaan semesta, guna melihat Indonesia secara utuh; memotret Indonesia dalam satu ke-Indonesia-an yang tak bercerai berai. Dasar yang dipergunakan adalah kebutuhan dan kepribadian rakyat Indonesia sendiri.

"Artinya, perencanaan yang dibuat tidak untuk meniadakan nilai-nilai kearifan lokal dan potensi di masing-masing daerah. Bahkan sekiranya diperlukan, pengalaman dalam pembangunan di luar negeri, dapat diselaraskan dan dipadukan untuk kepentingan dalam negeri," demikian Megawati. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya