Berita

oesman sapta odang/net

OSO: Waspadai Intervensi di Perbatasan

JUMAT, 08 JANUARI 2016 | 15:13 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Semua pihak dan anak bangsa harus mewaspadai intervensi dari negara tetangga di perbatasan, termasuk intervensi perdagangan narkoba.

Wakil Ketua MPR, Oesman Sapta Odang (OSO) mengatakan bahwa intervensi itu bisa menjadi ancaman bagi masyarakat di perbatasan.

"Intervensi yang menyangkut perdagangan, termasuk narkoba, di perbatasan akan menjadi ancaman bagi negara kita," kata dia usai serap aspirasi di Gedung Pertemuan Kantor Bupati Sanggau, Kalimantan Barat, Jumat (8/1).


Menurut dia, narkoba menjadi salah satu barang yang diselundupkan dari negara tetangga di perbatasan.

"Ini yang perlu kita waspadai dan mengingatkan semua anak bangsa. Kalau sudah ada intervensi, mau tidak mau kita terancam," tegas OSO.

Intervensi dari negara lain di perbatasan berakibat pada aspek yang lain seperti pengangguran, kebodohan, kemiskinan. "Itulah problem yang harus kita hadapi sekarang," imbuh OSO.

Anggota DPD dari Kalimanan barat ini menambahkan, wilayah perbatasan memang harus dibangun agar tidak timpang dengan daerah perbatasan negara tetangga.

"Saya sudah bawa pimpinan MPR ke sini (perbatasan di Kalbar). Juga bawa presiden ke perbatasan. Hasilnya sudah bisa kita lihat, jalan yang bagus di perbatasan," paparnya.

Sementara itu dalam kegiatan serap aspirasi beragam aspirasi muncul seperti persatuan umat beragama, pembangunan pasar tradisional, pembangunan jembatan dan lainnya. Dalam kesempatan itu, mantan Ketua DPRD Sanggau Umar menyampaikan aspirasi tentang pemekaran daerah kabupaten baru Sengkayang Raya dan provinsi baru Kapuas Raya.

Menanggapi aspirasi itu, OSO mengungkapkan bahwa pembentukan kabupaten baru Sengkayang Raya sudah ditangani Komisi II DPR. Dia meminta masyarakat sendiri untuk memantau terus perkembangan di Komisi II DPR. Sementara untuk pembentukan provinsi baru Kapuas Raya, MPR sudah menyurati Menteri Dalam Negeri.
"Saya tidak tahu sudah sampai mana. Tapi untuk pemekaran daerah memang perlu keseragaman pada pemerintah provinsi. Saya dukung pemekaran daerah karena akan mempercepat pertumbuhan ekonomi," demikian OSO. [sam]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Penumpang Kereta Bandara Tembus 6,2 Juta Pelanggan Hingga Mei 2026

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:20

Fantastis! Harta Menteri dari PAN Trenggono Melejit Setengah Triliun dalam Setahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:15

Prabowo Dorong WNI Masuk Pasar Kerja Teknologi Jerman

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:11

Warna-warni Kendaraan Hias Meriahkan Perayaan 1 Muharam

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:10

Oktasari: Kritik Boleh, Tapi Jangan Abaikan Kerja Pemerintah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:46

Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Belum Lapor LHKPN 2025, Mendes Yandri Punya Harta Rp20,95 Miliar Saat Awal Menjabat

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Israel Masih Tak Terima Rencana Damai Iran-AS

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:12

Kekayaan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Naik 83 Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:52

Universitas Binawan Buka Akses Penyetaraan Kualifikasi Nakes Indonesia di Uni Eropa

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:44

Selengkapnya