Berita

Oesman Sapta/humas mpr

Oesman Sapta Minta Pembangunan Sanggau Digenjot

JUMAT, 08 JANUARI 2016 | 10:44 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Wakil Ketua MPR Oesman Sapta mengatakan pembangunan di Kabupaten Sanggau Provinsi Kalimantan Barat masih lambat dan menghadapi kendala. Padahal di daerah sekitarnya relatif lebih maju justru karena sumber daya di Sanggau.

"Hal itu menimbulkan ketidakadilan. Dan ketidakadilan bisa diatasi dengan Empat Pilar MPR yaitu Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika," sebut Oso sapaan akrabnya ketika berbicara dalam kegiatan Serap Aspirasi di Gedung Pertemuan Kantor Bupati Sanggau, Jumat (8/1).

Pertemuan itu dihadiri Bupati Sanggau Paolus Hadi, Ketua DPRD Sanggau, para kepala dinas, tokoh masyarakat, agama, dan pemuda, yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda).


Menurut Oso, Sanggau menjadi daerah perlintasan menuju ke perbatasan luar negeri. Sanggau pantas dijadikan sebagai "jembatan emas". Namun setelah datang ke Sanggau, ia melihat pembangunan berjalan lambat. "Masih ada kendala dalam rangka mempercepat pertumbuhan ekonomi kabupaten Sanggau," katanya.

"Apakah saudara sudah makmur?" tanya Oso dalam serap aspirasi itu. "Belum," jawab peserta pertemuan. "Mengapa belum makmur. Jawabannya tidak tahu. Padahal daerah lain lebih maju tapi dari sumber daya di Sanggau. Ini ada ketidakadilan," katanya.

Ketidakadilan itu, lanjut anggota DPD dari Kalimantan Barat itu, bisa diatasi dengan Empat Pilar (Pancasil, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka tunggal Ika). Empat Pilar merupakan fondasi keutuhan bangsa. "Kita terus menggelorakan Empat Pilar MPR untuk menjaga keutuhan bangsa," katanya.

"Kita masih NKRI. Saya ingin mempercepat pertumbuhan ekonomi di Kalbar. Pertumbuhan ekonomi adalah alat untuk mensejahterakan rakyat," tambahnya dalam rilis Humas MPR.

Sebelum menghadiri serap aspirasi di Kantor Bupati, Oso menyempatkan minum kopi di kedai pasar tradisional Kota Sanggau. Setelah minum kopi bersama jajaran Forkompimda, Wakil Ketua MPR berjalan kaki menelusuri pasar tradisional.

Di pasar tradisional, Oso berdialog denga pedagang. Salah satunya pedagang ikan di toko "Kota Ikan". Di toko ikan ini Oso membeli ikan asin satu tampah.‎ [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Penumpang Kereta Bandara Tembus 6,2 Juta Pelanggan Hingga Mei 2026

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:20

Fantastis! Harta Menteri dari PAN Trenggono Melejit Setengah Triliun dalam Setahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:15

Prabowo Dorong WNI Masuk Pasar Kerja Teknologi Jerman

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:11

Warna-warni Kendaraan Hias Meriahkan Perayaan 1 Muharam

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:10

Oktasari: Kritik Boleh, Tapi Jangan Abaikan Kerja Pemerintah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:46

Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Belum Lapor LHKPN 2025, Mendes Yandri Punya Harta Rp20,95 Miliar Saat Awal Menjabat

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Israel Masih Tak Terima Rencana Damai Iran-AS

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:12

Kekayaan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Naik 83 Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:52

Universitas Binawan Buka Akses Penyetaraan Kualifikasi Nakes Indonesia di Uni Eropa

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:44

Selengkapnya