Berita

foto: net

Tiga Kebijakan Rezim Jokowi-JK Yang Menggerus PKL

KAMIS, 07 JANUARI 2016 | 09:39 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Aset ekonomi dan kekayaan alam Indonesia lebih dari 80 persen telah dikuasai asing. Lebih dari itu, sistem keuangan dan infokom hampir 100 persen sama sekali sudah tidak dipangkuan Ibu Pertiwi. Hal yang sama segera terjadi pada sistem transportasi.

Demikian disampaikan Ketua Umum DPP Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Ali Mahsun di Jakarta, Kamis (7/1).

Ali mengungkapkan, harapan Indonesia satu-satunya yang tersisa hanyalah 54,9 juta Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), 25 juta PKL di dalamnya, yang merupakan tulang punggung pendapatan ekonomi masyarakat. Inipun juga segera dilumatkan asing dengan dalih Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).


"Lebih dari itu, Presiden Jokowi lantang tegaskan bahwa pemerintah RI tidak akan melindungi ekonomi rakyat bahkan segera mencabut berbagai proteksi dan subsidi. Kondisi ini harus segera disudahi dan hentikan," tegas Ali.

Menurutnya, paling tidak ada tiga kebijakan rezim Jokowi-JK yang menggerus dan menjajah ekonomi rakyatnya sendiri. Pertama, akan segera mensterilkan kawasan wisata dari 5 juta PKL digantikan kongsi kapitalis multinasional semisal Sevel, KFC, Lawson, Indomart, Alfamart dan lainnya. Kedua, deregulasi perlonggar izin toko modern yang akan segera melumatkan pasar tradisional dan jutaan PKL kelontong di seluruh wilayah Indonesia yang merupakan warisan ekonomi dan budaya nenek moyang bangsa.

"Saat ini saja sudah 3500 pasar tradisional dan 3 juta PKL kelontong gulung tikar akibat keberadaan toko ritail modern," ungkapnya.

Ketiga, rezim Jokowi-JK tidak akan melindungi ekonomi rakyat Indonesia hadapi MEA bahkan segera mencabut kebijakan proteksi dan subsidi.

"Apa mau rezim Jokowi-JK menggerus dan melumatkan ekonomi rakyatnya sendiri untuk dipersembahkan ke asing? Atau betul adanya diagnosis APKLI bahwa rezim ini adalah kepanjangan tangan kekuatan asing yang antarkan Indonesia terjajah kembali? Apapun resikonya harus segera dihentikan," tegas Ali.

Ia menambahkan, Indonesia sudah tidak berdaulat lagi, dijajah kembali oleh asing adalah fakta bukan isapan jempol belaka. Tak perlu kaget atau galau tatkala pembakar hutan yang mengancam genoside 50 juta bangsa Indonesia bebas dari jeratan hukum. Bahkan tanpa modal sepeserpun setiap tahunnya aset ekonomi Indonesia ratusan hingga ribuan triliun diembat asing. Demikian juga, segala bentuk transaksi ekspor uangnya parkir di luar negeri. Sebagai ilustrasi, aset BNI, BRI Mandiri hanya sekitar 215 miliar dolar AS jauh lebih kecil dibandingkan aset Bank Singapura 824 miliar dolar AS.

"Oleh karena itu, pilihannya hanya tunggal: dibiarkan bubar atau segera revolusi selamatkan Indonesia. Atas nama PKL seluruh Indonesia, kami meminta mahasiswa, pemuda dan rakyat Indonesia bersatu segera selamatkan Indonesia," pungkas Ali mengajak. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Penumpang Kereta Bandara Tembus 6,2 Juta Pelanggan Hingga Mei 2026

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:20

Fantastis! Harta Menteri dari PAN Trenggono Melejit Setengah Triliun dalam Setahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:15

Prabowo Dorong WNI Masuk Pasar Kerja Teknologi Jerman

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:11

Warna-warni Kendaraan Hias Meriahkan Perayaan 1 Muharam

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:10

Oktasari: Kritik Boleh, Tapi Jangan Abaikan Kerja Pemerintah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:46

Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Belum Lapor LHKPN 2025, Mendes Yandri Punya Harta Rp20,95 Miliar Saat Awal Menjabat

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Israel Masih Tak Terima Rencana Damai Iran-AS

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:12

Kekayaan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Naik 83 Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:52

Universitas Binawan Buka Akses Penyetaraan Kualifikasi Nakes Indonesia di Uni Eropa

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:44

Selengkapnya